Play To Die

Play To Die

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2020
WpInfo
Fiction
Mystery
Bagaimana rasanya terkurung dalam ruangan gelap yg mencekam? yang entah ada di mana ujungnya? sejauh kau berlari tak ada hasil yg membalas. Kevin akan berlibur bersama kedua sahabatnya, Farell dan Ellen. Namun, pantaskah itu disebut liburan?! liburan yg ditemani cairan merah yang kental nan anyir, ditemani sesuatu yg bergeliat. Mereka bertiga adalah orang terpilih untuk mengikuti permainan yang amat amat tidak lazim jika disebut permainan, lebih tepat adalah orang terpilih untuk mengikuti setiap permainan yang sekali salah langkah berarti TAMAT.. Mereka tak berani macam macam sebab siapapun yang ada di sana di tempelkan topeng boneka beruang dari ukiran kayu yang sama sekali gk ada imut imutnya. Mata melotot yg jelas" bukan dari kayu, silet yg terpasang disetiap sisinya, dan bom yg siaga menghancurkan kepala sang pemakai dengan mudahnya Dapatkah mereka menyelesaikan semua sampai akhir? Mereka?? . . . . . Selamat membaca semuanya:) jangan lupa masukkan ke daftar bacaan, mengikuti dan beri bintang (vote). Itu semua menjadi motivasiku untuk semangat lanjut menulis(つ≧▽≦)つ °bdw ini cerita pertamaku :) jangan lupa beri komentar Aku akan berjuang, salam manis peluk dr ku(つ✧ω✧)つ
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di balik keindahan CURUG HORDENG
  • Don't Make It a Wrong Place
  • kutukan
  • ɪ'ʟʟ ᴛᴀᴋᴇ ᴄᴀʀᴇ ᴏꜰ ʏᴏᴜ  < Slow Up >
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Tunnel End Lights [TEL]
  • jangan percaya seseorang

Pada suatu hari ketika aku dan teman-temanku sedang berlibur menikmati indahnya alam semesta, hal yang diluar dugaan kami datang. Datang menghampiri dan meneror kami selama 1 bulan lamannya, aku berusaha untuk mengusir dan menyuruhnya untuk pergi ketempat asalnya tetapi percuma. Pada saat aku dan teman-temanku tetap berpikir rasional, tetapi "Dia" semakin menjadi untuk meneror kami. Saat itu pula kami semakin down, kami bingung tidak tahu harus bagaimana. Berdasarkan kisah nyata yang aku dan ke-9 temanku alami. ~~~~~ Jangan lupa di Vote yaa, karena vote dari kalian membuatku bersemangat untuk menulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines