Harapan Yang Tertidur

Harapan Yang Tertidur

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kalo bukan sekarang mungkin nanti. Tenang aja, gw setia kok. "Woi Odi Gila!" Dia lagi dia lagi, sial baget sih gue pagi ini. Gila, gak waras. Dia terus-terusan manggil gue Odi Gila sepanjang koridor. Gak tau mau. Pio menghentikan langkahnya lalu berbalik. Menatap kesal pelaku yang berdiri dengan wajah sok polosnya. "Bacot lo kodok. Udah gue bilang berkali-kali NAMA. GUE. ITU. CLOUDYEELA. BUKAN. ODI. GILA. dasar siluman kodok jelek!" Jelas Pio -lagi lalu berlalu pergi. Arkan tersenyum, "HATI-HATI ODI GILA, AWAS KESEREMPET BURUNG UNTA" Gadis itu mengabaikan teriakan Arkan. Lo gak pernah berubah Al, selalu ninggalin gue sendiri dibelakang. Gumam Arkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • ARGA [Completed]
  • ALGARA [TERBIT]
  • My Tengil Husband (Tamat)
  • Just, Devan
  • ZELINARKA
  • Ar'Gatha (selesai✔)
  • Saling menunggu atau hanya aku? (Dirombak)
  • Arkan&kiara

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines