kisahku🥀

kisahku🥀

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
"aku dimana ini??" tanyaku pada diriku sendiri "kau adaa di dimensi dimana kau tak akan bertemua siapapun kecuali kegelapan.." ada yang menjawab tapi aku tak bisa memandangnya karna semuanya gelap,ralat sangat gelap bahkan mataku seperti buta karna yang ku lihat hanya kegelapan "aku adalah masalalumu..." jawab nya tanpa aku sempat bertanya "apa maksudmu??" tanyaku keheranan "iya disini hanya ada aku sebagai masalalumu lalu dia masa depanmu,suram bukan?itulah kenyataan yang harus kau terima.," "tak mungkin masa depanku juga suram,aku yakin masa depanku cerah,bahkan mengalahkan sinar mentari cerah nya." jawabku dengar nada marah "kau harus menerima kenyataan pahit ini".ujar dia yang mengaku jadi aku di masa depan "TIDAKKKKK....." aku terbangun dari tidurku,nafasku tak teratur "...... hanya mimpi," desahku lega disinilah kisahku dimulai🖤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • APRIL
  • GELAN
  • JIKA KAMU MILIKKU
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • dimana janji tersebut
  • Terima kasih Ravindra
  • Love is friendship
  • Eyes
  • Keangkuhan Cinta [END]
  • All The Small Thing
APRIL

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"

More details
WpActionLinkContent Guidelines