the darkness of life

the darkness of life

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
___________________________________________ "setelah bertahun tahun harus menutupi segala luka dengan senyuman, apakah sekarang aku masih ditentang untuk menunjukkan senyumku? apa aku salah aku mencari kebahagiaanku?" a n n a, gadis berparas cantik serta senyum manis yang menutupi berjuta luka. senyum yang selalu ditampakkannya bukanlah senyum yang sesungguhnya. setelah ibunya berpisah dengan ayahnya, kini anna hanya hidup dengan ayah serta ibu tirinya. ibu yang diharapkan bisa menggantikan posisi ibu kandung anna, justru malah menjadikan hidup anna penuh luka. anna hanya bisa tersenyum. hanya t e r s e n y u m. semua sudah takdir. siapa yang bisa anna salahkan? Tuhan? tidak. anna yakin, apapun yang diberikan Tuhan padannya semata untuk kebaikannya. jika memang hidupnya harus penuh duri, anna tak masalah. tetapi, apakah perasaannya juga harus dipenuhi oleh duri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Bayang Asa
  • BAHAGIA ITU LUKA KU
  • PELIPUR LARA CH2 (END)
  • Senja yang mendung
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • DARKA
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Rasa Apa Ini?
  • Full Of Scratches

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines