Tauhid Cinta

Tauhid Cinta

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2020
Pertemuan dua manusia sesungguhnya telah digariskan dan menjadi pilihan manusia itu sendiri. Sebab semesta akan selalu mengamini apa yang kita harapkan. Ada begitu banyak harapan yang datang dan pergi dari mulut-mulut ummat manusia. Yang pada akhirnya dikembalikan kepada keputusan masing-masing, apakah mau membuat harapan yang lebih baik atau melanjutkan dan berkubang dalam kegelapan? Begitupula yang terjadi kepada Syauqi. Seorang penghafal quran yang melanjutkan pendidikannya di Ibukota yang menjadikan banyak perubahan dalam dirinya. Hingga waktu menuntun dirinya bertemu dengan sesosok wanita yang kelak akan menemani kehidupannya. Bagaimana kisah ini bermula dan bermuara?
All Rights Reserved
#164
ceritaislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Syauqillah Syadzahra 2
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Pertemuan yang tidak disengaja [ END ]
  • RUANG RINDU [END]✓
  • Awan Hiasan [terbit]
  • sebuah lentera
  • Tentang Bulan [ TAMAT ]
  • Ada Cinta Dari Sebuah Kegagalan ( On going)
  • R I N ~ (Telah Terbit)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪

Syadza menunduk, tak kuasa menatap mata kekasihnya yang sendu. Jari putih pucatnya tergerak mengusap rahang kokoh milik kekasih. "Dengarkan aku kali ini, aku yang akan bicara." kata Syadza sembari mengecup pipi Syauqi syahdu. Ia bergerak mundur, memposisikan matanya bertemu dengan mata Syauqi. "Sejauh apapun kekasih pergi, jangan pernah lupakan jika cintanya tetap tinggal dalam hati dan tak akan mati." kata Syadza lagi, kembali ia kecup mata kekasihnya untuk terakhir kali. "Dari dalam hati ini" Syadza membawa tangan Syauqi menyentuh dada bidangnya sendiri. "Tidak perlu takut dan ragu, karena jika kita mencintai maka jiwa tidak akan pernah takut untuk kehilangan kekasih hati. Kita hanya perlu mengasihi diri untuk menghangatkan jiwa tanpa hal-hal yang menyakitkan. Dan dengan itu, ia akan bertahan hidup dengan tawa kembali." "Mas," panggilnya. Ia tersenyum ketika melihat setetes air mata sengaja mengalir dari mata tajam kekasihnya. "Hakikat cinta itu untuk berbagi, dan aku tidak pernah menyalahkan kamu untuk semua ini. Aku ikhlas untuk berbagi karena Allah percaya kita bisa melalui semua ini,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines