Back Then

Back Then

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 13, 2020
Gadis itu menatap benci adelia yang kini berada didepannya. Tangannya mengepal erat. Dengan penuh isakan tangis gadis itu menggerakkan bibirnya mencoba berbicara, "Aku merelakannya untukmu. Aku melepaskan kebahagiaanku demi kebahagiaannya bersamamu. Tapi kau? Apa yang kau lakukan adelia? Kau membunuhnya! Kau mengambil hidupnya!!!" Adelia tersentak. Ia juga terluka. Bukan hanya gadis itu saja, tapi ia juga mencintai pemuda itu. Sungguh. "A-apa yang harus aku lakukan aila? Aku bersumpah, aku benar-benar tidak sadar kejadian itu. " Adelia menangis terisak-isak. Namun gadis itu-aila, tidak bergeming sedikitpun. "Aku akan lakukan apapun untuknya aila. Kumohon bantu aku untuk menyelamatkannya." Aila bergeming. Ia menatap serius ke arah adelia. "Tidak ada yang bisa kita lakukan adelia. Kecuali..." Adelia mengernyit, "Kecuali?" "Gantikan posisinya Adelia Maura"
All Rights Reserved
#79
pengkhianat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Dangerous Boy
  • RAFA(Rain Rafa)
  • HATRED [On Going]
  • Stupid Cupid
  • HALOALKANA
  • KHALILA AND OTHERS
  • The Real Of Me
  • "Friendzone"
  • Taken Slowly

#117 arrogant #70 pengkhianatan #14 sad Aku mempunyai masa yang kelam, yang membuat ku harus bertahan untuk hidup. Bukan berarti orang yang selalu tersenyum bahagia bukan? Aku bukan pembunuh, itu semua murni kecelakaan. Sehingga aku bangkit karna sahabatku tapi salah satu sahabatku menghianati kami. Kenapa kehidupanku selalu begini? Dan aku bertemu dengan pria yang membuat hidupku berubah. Aku tak mengerti jalan pikirannya, ia bersikap terkadang sangat dingin dan tiba tiba menjadi manja dan ia sangat berbahaya. "Masuklah ke kehidupanku sayang, dengan itu kau akan bahagia" ucap pria itu tersenyum hangat. Namun tidak ada yang tau apa yang akan terjadi untuk kedepannya. Dimana akan ada perpisahan yang melanda dan air mata yang tiada henti. Mencoba bangkit kembali dari keterpurukkan. Seolah olah masalah silih berganti. 18+

More details
WpActionLinkContent Guidelines