Debu dan Titik (End)

Debu dan Titik (End)

  • WpView
    Reads 6,732
  • WpVote
    Votes 809
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 3, 2022
Cerita ini sederhana, seperti judulnya, menceritakan insan yang sederhana, seperti debu dan titik. Karena sejatinya setiap insan itu tak lebih dari sebutir debu yang tertiup angin di hadapan tuhannya, lemah, kecil dan tak berdaya serta hanya Dia yang bisa memberi kita kekuatan. Selain itu, tidak ada manusia yang putih bersih seperti kertas tanpa meninggalkan setitik noda yang tergores, kecuali insan- insan yang terpilih, wallahua'alam. Begitupun dengan saya, yang hanya insan biasa, yang masih belum bisa istiqamah dalam kebaikan, tak bisa dipungkiri itu berpengaruh pada tulisan ini, baik itu dalam diksi, kaidah kebahasaan juga isinya. Maka dari itu, mohon pengertian dan juga sarannya dari pembaca sekalian. Oke, tanpa basa- basi, langsung saja kalian baca ceritanya.🙂 Sekedar mengingatkan: Harap membaca cerita ini setelah readers melaksanakan kewajiban seperti beribadah dan belajar. Cerita ini hanya selingan di waktu luang dan saya harap kalian bisa mengambil pesan moral dari setiap bagian yang saya ceritakan. Terimakasih dan selamat membaca.
All Rights Reserved
#317
putihabu-abu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • hanya untuk bunda
  • Lovable Neighbour
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Topeng Sahabat [ HIAT ]
  • Leader Girl (END)
  • DI BAWAH CAHAYA SENJA
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • ALESYA (END)
  • Reynis Love
  • Cephalotus

"Gak usah sok suci deh, lo itu J***NG TAU GAK" teriak azzam keras, setetes air mata mengalir dari mata liyya, mendengar teriakan azzam yang begitu menusuk "gue kira bocah polos kayak lo tu emang beneran tulus, tapi ternyata gue salah, lo udah manfaatin muka polos lo itu buat nge bodohin gue IYA" belum sempat liyya menjawab azzam sudah kembali meradang. "Lo gak mau sama gue karena gue belum Kaya kan, jadi lo gak bisa foya foya kalau sama gue, dan lo malah sama om om itu supaya lo bisa punya banyak duit" sentak azzam keras, tanpa memperdulikan tatapan anak anak seisi kelas ipa 1, yang menatap azzam syok, apalagi mendengar teriakannya Mereka gak nyangka kulkas 7 pintu seperti azzam bisa banyak bicara kayak gitu "Lo gak mau pacaran sama gue bilangnya lo takut dosa tapi apa, LO MALAH SAMA OM OM ITU, NGAKU LO DIBAYAR BERAPA LO, BUAT BISA MUASIN MEREKA, JAWAB" suara azzam menggema, tak ada yang berani bersuara, semua takut jika azzam sudah mengamuk, bahkan ada yang berlari keluar kelas karena takut. Sedangkan liyya, air mata terus mengalir dari matanya, tanpa memperdulikan apapun liyya menghapus air mata kasar dan beranjak berlari pergi dari kelas. . . . Saat kalian bertanya siapa yang paling ku cinta di dunia ini? Jawabannya adalah bunda Dia bundaku.... Ya aku sangat menyayanginya dari dunia dan seisinya, aku hanya ingin, firman Allah yang kuhafal hari ini, kemarin dan esok, akan mengantarkannya kepada pintu syurga, ingin rasanya aku memasangkan mahkota hafalanku dikepalanya aku hanya ingin tetap bersamanya di dunia dan akhirat, aku hanya ingin melakukan setidaknya aku membalas satu persen dari yang dia lakukan untukku, meski hanya satu persen , aku tak mau memperosokkan dia kedalam jurang jahannam. maka izinkanlah kelak aku memasangkan mahkota ini di akhirat dan di dunia, meskipun kapan waktunya, aku akan berusaha

More details
WpActionLinkContent Guidelines