Debu dan Titik (End)

Debu dan Titik (End)

  • WpView
    Reads 6,737
  • WpVote
    Votes 809
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 3, 2022
WpInfo
Fanfic
Cerita ini sederhana, seperti judulnya, menceritakan insan yang sederhana, seperti debu dan titik. Karena sejatinya setiap insan itu tak lebih dari sebutir debu yang tertiup angin di hadapan tuhannya, lemah, kecil dan tak berdaya serta hanya Dia yang bisa memberi kita kekuatan. Selain itu, tidak ada manusia yang putih bersih seperti kertas tanpa meninggalkan setitik noda yang tergores, kecuali insan- insan yang terpilih, wallahua'alam. Begitupun dengan saya, yang hanya insan biasa, yang masih belum bisa istiqamah dalam kebaikan, tak bisa dipungkiri itu berpengaruh pada tulisan ini, baik itu dalam diksi, kaidah kebahasaan juga isinya. Maka dari itu, mohon pengertian dan juga sarannya dari pembaca sekalian. Oke, tanpa basa- basi, langsung saja kalian baca ceritanya.🙂 Sekedar mengingatkan: Harap membaca cerita ini setelah readers melaksanakan kewajiban seperti beribadah dan belajar. Cerita ini hanya selingan di waktu luang dan saya harap kalian bisa mengambil pesan moral dari setiap bagian yang saya ceritakan. Terimakasih dan selamat membaca.
All Rights Reserved
#174
militer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Raden Aluna | END
  • HEI, MY BADBOY!!
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • Cephalotus
  • Promise or Leave
  • SECRET OF SYERA (ON GOING)
  • Bumi & Takdirnya
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • RafaelClara

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines