|Trilogy-1| Senandika

|Trilogy-1| Senandika

  • WpView
    Reads 360
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 18, 2020
Sebuah senandika dari seorang Atmadinata kepada Daksara Dirganekta, seseorang yang sudah sejak lama dikaguminya. Atmadinata yang lebih dikenal dengan panggilan Atma, karena kepengecutannya yang tidak berani mengungkapkan kekagumannya pada seorang Daksara menjadikannya diikuti bayang-bayang harapan dan kecewa yang tidak berdasar. TINGGALKAN VOTE! Revisi sesudah tamat.
All Rights Reserved
#189
jogja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dari Luka Untuk Tawa✓
  • Meneroka Jiwa 2
  • Promise
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • En Rêve [COMPLETE]
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Ananta Bandhana
  • WISHES.
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)

Terimakasih luka ... Walau datangmu tak pernah jadi harap, Walau adamu selalu menjadi tangis, Tapi, berkatmu aku sadar ... Tak ada bahagia selagi kau belum terlihat. Jangan bersedih, luka ... Karena hadirmu adalah mutlak. Dan aku tak bisa menolak. Sebab, kau akan menjadi sumber, akan datangnya bahagia suatu hari nanti. Ya, masih nanti ... Entah kapan tepatnya. _Kenta Senjaya_ °°° Hidup di dunia itu selalu berdampingan. Seperti contohnya, tawa akan selalu berdampingan dengan luka. Jadi, jangan terlalu bahagia jika tak ingin terluka lebih banyak. Ini tentang kisah remaja 16 tahun yang selalu terlibat dengan drama kehidupan. Bangkit untuk jatuh, tertawa untuk menangis, bertemu untuk kehilangan, dan begitu seterusnya. Karena nyatanya Roda kehidupan akan terus berputar. Siap tak siap remaja 16 tahun ini harus tetap menghadapinya. Konflik kehidupan tak akan pernah berhenti jika nafas masih berhembus. plagiat silahkan minggat! Murni karya sendiri. Jangan lupa vote dan coment nya. Terimakasih untuk yang sudah berkenan mampir di cerita ini. Salam: Shinyaya ©2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines