|Trilogy-1| Senandika

|Trilogy-1| Senandika

  • WpView
    LECTURAS 362
  • WpVote
    Votos 82
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 18, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Sebuah senandika dari seorang Atmadinata kepada Daksara Dirganekta, seseorang yang sudah sejak lama dikaguminya. Atmadinata yang lebih dikenal dengan panggilan Atma, karena kepengecutannya yang tidak berani mengungkapkan kekagumannya pada seorang Daksara menjadikannya diikuti bayang-bayang harapan dan kecewa yang tidak berdasar. TINGGALKAN VOTE! Revisi sesudah tamat.
Todos los derechos reservados
#183
jatuhhati
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • ZEVILYO EZYAN
  • BROKEN HEART [END]
  • Narasi patah hati
  • En Rêve [COMPLETE]
  • Kedaluwarsa ✓
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Yang Pernah Patah
  • Meneroka Jiwa 2

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido