Titik Terendah

Titik Terendah

  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 14, 2020
Titik terendah Setiap orang pastilah ya mengalami dimana kita itu sudah ngga tau musti gimana. Disatu sisi , kita menyadari kalau sebenernya ada yang kurang/ salah dalam diri kita Dari sisi lainnya ,kita ngga tau musti ngapain, apa yang sebenernya musti kita benerin. Paling parahnya kita nyalahin takdir atau nyalahin orang-orang yang ada disekitar kita. Putus asa, ngga tau musti gimana lagi , musti ngapain. Terpuruk dalam kesendirian dan merasa kalo kita itu ngga punya siapa-siapa untuk berbagi. Ada masa dimana saya merasakan hal yang sama, dibeberapa waktu lalu. Merasa bahwa saya gagal , saya sudah ngga lagi mampu untuk mencapai suatu target tertentu. Saya adalah tipikal orang yang ngga suka curhat masalah sama orang lain, terutama masalah pribadi . saya orang yang gampang rendah diri . merasa saya itu bukan siapa-siapa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Embun Purnama [Un-Publish]
  • MAP OF THE SOUL: City of Dream (END)
  • LELAH
  • Breathe
  • Isi Kepala
  • beach and you
  • Di Balik Nama Zella
  • L.E.L.A.K.I

[Lom revisi^^] [TAMAT] Aku tidak tahu apakah tempatku benar-benar di sini. Tak seorang pun yang bisa ku ajak bicara. Tak seorang pun yang mau mendengarkan ceritaku. Memiliki sahabat satu-satunya yang bisa mendengarkan segala kelu kesahku, malah pergi meninggalkanku sendirian dalam sunyi, larut dalam kesepian untuk waktu yang lama. Aku butuh teman cerita, aku butuh seorang pendengar, aku butuh kasih sayang dan cinta. Ya, aku gadis yang rakus, aku butuh perhatian lebih, aku ingin dihargai selayaknya manusia. Terkadang, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Tapi, tak seorang pun yang menghargainya. Ini membuatku sakit. Namun, aku bersyukur terhadap suatu hal. Ketika seseorang meninggal, maka akan dikubur sendirian tanpa teman. Setiap orang pasti akan merasakan yang namanya 'sepi.' Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Dan aku, sudah membiasakannya dari sekarang. Jika boleh meminta, aku ingin mati secepatnya. Aku lelah, kenapa aku tetap hidup sementara tidak ada yang menganggapku. Aku juga seorang manusia yang ingin dihargai. Aku juga seorang anak yang butuh kasih sayang. Dan aku juga seorang perempuan yang butuh cinta dari seorang laki-laki. Hidup sebagai tokoh figuran, jika hilang pun tak akan dicari. Semenyedihkan itu memang. Tapi, aku tetap bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk hidup. Setidaknya, aku bisa menulis novel ini walau hanya untuk diriku sendiri. ~Embun Purnama~ Mulai: 2022 Selesai: 2022

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan