Jarak dan Rindu (END)

Jarak dan Rindu (END)

  • WpView
    LECTURAS 436
  • WpVote
    Votos 52
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadConcluida vie, jun 5, 2020
Tidak semua orang mampu menjalankan hubungan yang berhadapan dengan jarak yang terbentang. Ketika jarak mulai menghadang, di saat itulah rindu mulai menjalankan perannya. Jarak tidak hanya tentang menahan rindu, tapi bagaimana cara menjaga hati saat tidak bertemu dalam panjangnya rentang waktu . Walaupun azlan berjanji untuk kembali, dan aufiya pun setia untuk menunggu, tapi siapa yang tau apa yang akan terjadi kedepannya. Saling mempercayai satu sama lain merupakan kunci dalam mempertahankan sebuah hubungan. Dalam jarak yang memisahkan hanya ada dua pilihan, sabar dalam mempertahankan ataukah sabar dalam melepaskan. Tapi apakah azlan dan aufiya saling percaya satu sama lain dan mampukah mereka bertahan walau menahan rindu tanpa bertemu? *gambar dari pinterest*
Todos los derechos reservados
#72
tentangcinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Everything Happens for a Reason
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • Antara Jarak, Waktu, dan Kesempatan Kedua
  • Secret Admirer
  • Karena Kamu Rumahnya
  • I HATE YOU For Not Letting Me Have You  [END]
  • LDR
  • PROMISE#1 [Friend or Love?]
  • After Rain in London (TAMAT)
  • Best Friend Be Love {1}

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido