May I try?

May I try?

  • WpView
    Reads 45,641
  • WpVote
    Votes 847
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Nayla tak pernah berkedip memandangi para maba, khususnya maba lelaki yang melewatinya sepanjang perjalanan. "Pacaran sama brondong kayaknya gemesin ya, Ra", ucapnya antusias. Ara memutar bola matanya malas, "Enakan sama yang lebih tua kali, dewasa!". "Iya-iya pacarnya mas Azel yang dewasa", balas Nayla mencubit pinggang sahabatnya. Ara tertawa hingga tak melihat jalan di depannya. BRUK "Aw", eluh Ara dengkulnya merasa sedikit nyeri. "Maaf mbak nggak sengaja", ucap si penabrak, eh ralat ucap seseorang yang ditabrak Ara. Ara mendongak melihat siapa yang mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. 1 2 3 Ara terpana, "Gantengnya gemesin banget ini maba", kagumnya dalam hati. Nayla menggelengkan kepalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Bombing
  • The Sexy Lecturer Is Mine
  • Ardi & Ara [End]
  • Love Letters [END]
  • Blame The Silence (END)
  • Mirea Revenge
  • Hallo, Kak Diandra?
  • I Fellin Love With a Criminal [END √]

Namira punya dua rencana dalam hidupnya: membuat Ray jatuh cinta dan menghancurkannya, serta menjaga Rakha tetap di sisinya. Ray-cowok populer yang katanya playboy berengsek. Dia terlalu ramah, terlalu manis, terlalu banyak membuat perempuan berharap, termasuk sahabat Namira. Maka, Namira ingin memberinya pelajaran. Love bombing. Membanjirinya dengan perhatian, membuatnya tergila-gila, lalu meninggalkannya begitu saja. Rakha-sahabat yang diam-diam Namira sukai. Tapi, Rakha terlalu bodoh untuk menyadarinya, dan Rakha malah menyukai perempuan lain. Jadi, Namira melakukan apa pun yang ia bisa, yaitu memastikan Rakha tetap menjadikannya prioritas. Namun sayangnya, rencana demi rencananya mulai berantakan. "Lo kenapa? Mainin gue buat seru-seruan?" suara Ray terdengar datar, tapi matanya menunjukkan sesuatu yang lain. Luka. Namira tidak pernah berpikir dia akan melihat ekspresi itu di wajahnya. Sementara itu, Rakha akhirnya sadar bahwa selama ini, Namira menyukainya. Dan kali ini, dia tidak akan tinggal diam. "Gue gak peduli kenapa lo ngelakuin semua ini," kata Rakha, matanya tajam menatap Namira. "Gue cuma mau tahu satu hal-kalau gue bilang gue suka sama lo, lo bakal berhenti lari atau enggak?" Sekarang, Namira terjebak dalam permainannya sendiri. Satu cowok yang dulu ingin dia hancurkan kini benar-benar jatuh cinta. Satu cowok yang dulu mengabaikannya, sekarang mulai mengejar. Dan dia sama sekali tidak tahu siapa yang sebenarnya ingin dia pilih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines