May I try?

May I try?

  • WpView
    Reads 45,633
  • WpVote
    Votes 847
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 9, 2021
Nayla tak pernah berkedip memandangi para maba, khususnya maba lelaki yang melewatinya sepanjang perjalanan. "Pacaran sama brondong kayaknya gemesin ya, Ra", ucapnya antusias. Ara memutar bola matanya malas, "Enakan sama yang lebih tua kali, dewasa!". "Iya-iya pacarnya mas Azel yang dewasa", balas Nayla mencubit pinggang sahabatnya. Ara tertawa hingga tak melihat jalan di depannya. BRUK "Aw", eluh Ara dengkulnya merasa sedikit nyeri. "Maaf mbak nggak sengaja", ucap si penabrak, eh ralat ucap seseorang yang ditabrak Ara. Ara mendongak melihat siapa yang mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. 1 2 3 Ara terpana, "Gantengnya gemesin banget ini maba", kagumnya dalam hati. Nayla menggelengkan kepalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • I Fellin Love With a Criminal [END √]
  • Dia Pacarku! (21+)
  • Love Bombing
  • Ardi & Ara [End]
  • Like A Star (Complete)
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Hallo, Kak Diandra?

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines