Garis Takdir

Garis Takdir

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Seorang Gus yang mencintai santri abahnya secara diam-diam yang selalu membuat hati seorang yang dicintainya menjadi luluh olehnya tanpa sadar rasa benci yang telah tumbuh pada santri itu terkikis oleh sikap putra kyainya. Yaps Gus itu adalah Yusuf Mazjadi Al-Iskandariyyah yang mempesona para santri putri dengan kharismanya dan akhlaq nya.
All Rights Reserved
#323
ponpes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melawan Takdir (Tamat)
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Assalamualaikum, Gus ✔ [Terbit]
  • Humairoh
  • Different Brother✔
  • TAKDIR DILANGIT PESANTREN (ON GOING)
  • Ya Hayatirruh (Wahai Belahan Jiwaku)
  • Tuntun Aku Gus! (End)

Ranking 1 #Penyesalan Ranking 1 #ponpes Ranking 1 #nikahpaksa Kisah seorang gadis berusia 20 tahun yang penuh kejadian kelam bahkan hampir mempertaruhkan nyawanya. Keluarganya sudah tiada. Namun masa lalunya seolah terus mengikutinya kemana pun ia pergi. Disaat ia ingin menenangkan diri di suatu pondok pesantren. Bukannya mendapatkan ketenangan, hidupnya seolah dipermainkan takdir yang tak ada habisnya. Takdir kembali membuka trauma masa lalunya yang justru semakin membuat luka itu semakin melebar. Bahkan pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali, harus menjadi kisah buruk dalam hidupnya bersama Arshaan Abqary Althaaf. "Sudah puas menghancurkan kehidupan saya? Bahkan di hari menjelang pernikahan saya dengan perempuan yang saya cintai!!" "Kalau begitu ceraikan saja saya Gus!" "Cerai? lalu saya semakin dipandang rendah begitu? padahal semua ini adalah kesalahanmu!" "Lalu apa maumu Gus?!" "Nikmati saja nerakamu itu!" ucapnya meninggalkan Perempuan dengan gamis hitamnya itu. Air matanya tak lagi dapat dibendung. Hatinya terasa sangat sakit dan sesak. Jika pun ia bisa memilih, mungkin kematian akan lebih baik untuknya. Namun akankah ia bisa melawan takdirnya untuk bahagia? Wallahua'lam...

More details
WpActionLinkContent Guidelines