Destiny, Why me?

Destiny, Why me?

  • WpView
    LECTURAS 1,837
  • WpVote
    Votos 66
  • WpPart
    Partes 45
WpMetadataReadConcluida dom, feb 11, 2024
Seorang gadis remaja yang ingin lepas dari jeratan masalalu ya, dimana hal itu seperti rantai yang membelenggu hingga ia harus pergi sejauh mungkin agar bisa lari dari semua itu. Sebuah pertemuan tanpa diduga membuatnya harus mengenal pria berwajah manis dengan tatapan dingin, dia Daren seseorang baru yang mampu membuatnya lepas dari jeratan luka itu, berpikir mungkin dirinya adalah sebuah 'rumah dan obat'. Tapi gadis itu keliru, obat tidak ada yang manis dan tidak semua obat bisa menyembuhkan terkadang obat bisa menjadi racun yang mematikan Bukankah berhenti di awal akan lebih baik? Dan sosok masa lalu itu kembali hadir menawarkan sebuah juluran tangan yang begitu hangat, di saat dia yang menjadi 'obat' belum selesai dengan masalalunya Akankah gadis itu kembali pada masa lalunya? Atau kembali terluka dengan bertahan pada seorang pria yang mampu menjadi obat untuknya namun belum selesai dengan masalalunya? Yuu yang penasaran sama ceritanya langsung baca aja
Todos los derechos reservados
#26
lauren
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Evanescent [END]✓
  • ALEYA~~
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • dream
  • Mati Rasa - Completed✓
  • (Not) a Perfect Life
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Perihal Waktu

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido