LOVE IN TROUBLE

LOVE IN TROUBLE

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
Jika mencintai mu adalah kesalahan terbesar ku, maka aku rela selalu salah untuk mu. Nada, jatuh cinta pertama kali kepada sahabat kecilnya yang sudah 5tahun menghilang tanpa kabar. Tapi 5tahun tidak bertemu bukan berarti dia akan melupakan cinta pertamanya begitu saja. Oh ayolah, Nada benar benar terobsesi untuk memilikinya . Tapi, Zhen Vano- Abang Kesayangan Nada sama sekali tidak mengijinkan percintaanya dengan manusia KUTUB itu. "NADA KAMU GAK BOLEH PACARAN SAMA MANUSIA ES ITU!" Vano berdiri sambil berkacak pinggang menahan amarah yang meletup letup. "LOH KO ABANG NGEGAS SIH? SUKA SUKA NADA DONG!" Nada tanpa rasa takut menatap Vano dengan ekspresi 'Lo berisik gue bantai!' "Nada, kamu kan masih kecil. Belajar aja dulu sayang" Ayahnya berusaha menengahi perkelahian yang sebentar lagi akan di mulai oleh kedua anaknya. "AYAH AKU UDAH BESAR! AYAH BELA AKU DONG!" Oh ayolah, Nada sudah berusia 16tahun. Kenapa Ayah dan Abang sangat berlebihan sekali? "Perasaan dulu aku pas umur 15tahun udah pacaran deh sama Daniel . Bahkan Ayah yang undang dia makan bareng" Vira- kaka tertuanya mengingat ingat kenangan bersama tunangannya. Daniel Almandlay. "Kamu lupa Yah? Dulu umur berapa kamu nyatain cinta sama aku pas di bawah pohon pisang di kebun Pak Darmo?" Vanya- Ny. Alathrus tersenyum geli saat bernostalgia dengan suaminya dulu. "KAK VIRA SAMA BUNDA KOK BELA NADA SIH?" Vano dengan kesal menghentakan kakinya ke lantai. Gemas "Nah berarti Aku boleh pacaran" Nada terkikik geli melihat Abangnya kalah telak. "TETEP GAK BOLEH" Teriak Ayah dan Abang nya Kompak. "Lagian Orang yang kamu suka kan Kutub Es, emang nya dia juga mau pacaran sama kamu?" Skakmat! Kenapa hal ini tidak terpikirkan olehnya sejak lama? Masalah dengan Ayah dan Vano abang nya saja belum selesai. Tapi masalah lain sudah menghempas nya kuat! Benar benar LOVE IN TROUBLE
All Rights Reserved
#2
abangposesif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Daniel (Slow-up)
  • KEPINCUT BRONDONG
  • THE CLIMB [Completed]
  • [1]Stupid Wedding
  • Nanda & Nindi
  • Because I'm Stupid (End)
  • Arsyilazka
  • Marrying My Best Friend

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines