Secangkir Mochaccino di Turki

Secangkir Mochaccino di Turki

  • WpView
    Reads 244
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, May 22, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mochaccino, menghasilkan berbagai kenikmatan untuk lidah, mata , dan hati. Abidzar, memperkenalkan kehangatan di tengah kekecewaan Umaira akan harapannya. Akan tetapi setelah semua terasa menyenangkan untuk hidup Umaira , masa lalu datang untuk menyapa. Umaira dan hatinya terus saja bertengkar. Mencoba menyelaraskan antara akal dan hatinya. Lantas bagaimana selanjutnya?
All Rights Reserved
#172
turki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Our Journey To Love
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Aksara Kita
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Qiyamah Senja-completed
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT)
  • EGOku

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines