Secangkir Mochaccino di Turki

Secangkir Mochaccino di Turki

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, May 22, 2020
Mochaccino, menghasilkan berbagai kenikmatan untuk lidah, mata , dan hati. Abidzar, memperkenalkan kehangatan di tengah kekecewaan Umaira akan harapannya. Akan tetapi setelah semua terasa menyenangkan untuk hidup Umaira , masa lalu datang untuk menyapa. Umaira dan hatinya terus saja bertengkar. Mencoba menyelaraskan antara akal dan hatinya. Lantas bagaimana selanjutnya?
All Rights Reserved
#248
turki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Qiyamah Senja-completed
  • EGOku
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Gus Bara
  • Our Journey To Love
  • ARCHI
  • ZA&RA
  • Narasi patah hati

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines