Secangkir Mochaccino di Turki

Secangkir Mochaccino di Turki

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, May 22, 2020
Mochaccino, menghasilkan berbagai kenikmatan untuk lidah, mata , dan hati. Abidzar, memperkenalkan kehangatan di tengah kekecewaan Umaira akan harapannya. Akan tetapi setelah semua terasa menyenangkan untuk hidup Umaira , masa lalu datang untuk menyapa. Umaira dan hatinya terus saja bertengkar. Mencoba menyelaraskan antara akal dan hatinya. Lantas bagaimana selanjutnya?
All Rights Reserved
#404
romantisme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • "AURORA"
  • Takdir Cinta❤[End]
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • ZA&RA
  • taman berduri sang MAFIA

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines