Story cover for Remuk  by Realsasnia
Remuk
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 15, 2020
Cinta yang bertepuk sebelah tangan memang hanya meninggalkan rasa sakit yang menyakitkan. Banyak yang kemudian putus asa dan depresi karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Terkadang memang begitu adanya, ada perjuangan yang berakhir dengan kesedihan bahkan penolakan karena sebagian kisah tidak melulu soal kebahagiaan.

Ini bukan kisah kebahagian , jika mencari kisah yang bahagia bukan ini tempatnya . Kisah ini hanya akan menceritakan Lala dan segala rasa sakit yang tak berujungnya .
All Rights Reserved
Sign up to add Remuk to your library and receive updates
or
#156arkan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Saat Cinta Tak Terucap cover
Keira & Keano cover
ALEA cover
MY LAST DECEMBER cover
𝐥𝐨𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐨𝐝𝐲 cover
Destination cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
✔Alena cover
Gone(✔)🔚 cover

Saat Cinta Tak Terucap

29 parts Complete

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?