Dia dan Senja

Dia dan Senja

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Pernah mendengar ungkapan, "Terkadang, sesuatu yang kita inginkan, justru adalah sesuatu yang paling tidak bisa kita dapatkan." Layaknya seberkas surya yang mulai padam kala senja menyapa, seperti itu juga hadirmu yang datang tanpa pernah diminta. Perlahan... lalu lenyap dimakan waktu. Kau bilang, "Esok kita akan bertemu lagi." Tapi, bagaimana andai 'esok' itu tak pernah ada?
All Rights Reserved
#8
lail
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stranger | Orine
  • Rumah Untuk Pulang[TAHAP REVISI]✅
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Pura Pura Lupa
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Memories in Eleven (TAMAT)
  • In The Sunrise
  • Nuginara [END]

Saat dua orang pernah begitu dekat, berbagi tawa dan juga cerita, tetapi seiring berjalannya waktu, jarak menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Tanpa disadari, hubungan itu perlahan terkikis oleh kehidupan yang terus berjalan. Keheningan yang canggung saat berpapasan, atau bahkan upaya menghindari satu sama lain, hanyalah konsekuensi alami dari sebuah kedekatan yang tak lagi memiliki tempat. "Berharap ada persimpangan yang kembali mempertemukan kita, bukan suatu yang salah kan?"-Erine. Pada akhirnya, hanya sebuah harapan yang tersisa, berharap pada takdir yang pernah menjauh kan untuk kembali mendekatkan. "Aku berhenti, disaat kamu masih berjalan di arah yang sama" -Oline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines