Story cover for RAINGAS by irvism_
RAINGAS
  • WpView
    Odsłon 499
  • WpVote
    Głosy 102
  • WpPart
    Części 9
  • WpView
    Odsłon 499
  • WpVote
    Głosy 102
  • WpPart
    Części 9
W trakcie, Pierwotnie opublikowano kwi 15, 2020
Ini kisah tentang Raina gadis belia yang tak tau tahu bagaimana cara menghadapi cinta dan cara agar tak salah memilih cinta.

"Gua cinta sama lo na tapi guagabisa ngelepas dia"~Bagas

"Kalo gitu biar gue aja yang pergi thanks buat rasa sakit dan kenangannya:)"-Raina


~gimana gimana udah penasaran belom udah baca aja siapa tau suka wkwk


maap yaa kalo banyak typooo masih baru gaiss maap yaaa. Vote sama comment nya jangan lupa itu buat semangat aku lohhh
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać RAINGAS do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
#723ada
Wytyczne Treści
To może też polubisz
To może też polubisz
Slide 1 of 8
Hujan dan Sebuket Dandelion cover
Indah pada waktunya☆ cover
ARKANAEL [COMPLETED] cover
First Place In My Heart cover
EPIPHANY cover
Antara trauma dan kesempatan kedua cover
Antagonis 2 (END) cover
DAISY cover

Hujan dan Sebuket Dandelion

6 części W trakcie

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"