RAINGAS

RAINGAS

  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 30, 2020
Ini kisah tentang Raina gadis belia yang tak tau tahu bagaimana cara menghadapi cinta dan cara agar tak salah memilih cinta. "Gua cinta sama lo na tapi guagabisa ngelepas dia"~Bagas "Kalo gitu biar gue aja yang pergi thanks buat rasa sakit dan kenangannya:)"-Raina ~gimana gimana udah penasaran belom udah baca aja siapa tau suka wkwk maap yaa kalo banyak typooo masih baru gaiss maap yaaa. Vote sama comment nya jangan lupa itu buat semangat aku lohhh
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • EPIPHANY
  • should we be together?
  • Fourple Of Love
  • 5 Kisah [ END ]
  • Antara trauma dan kesempatan kedua
  • My Beloved Revenge [END]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines