Between Fake and Lie

Between Fake and Lie

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 17, 2021
Terlalau banyak masalah yang mempersempit langkah gue. Rasanya, gue udah hampir bosen kelayapan di bumi. Kalau aja bisa, gue mau banget tuh pindah ke suatu dimensi yang sepi dan tenang.Tapi jangan deh,nanti gue jadi nggak bisa ketemu sama Suga he he. Ya, sebenernya bisa aja sih tapi cuma... halu, wk.. Wk.. Wk.. Gue cuma seorang cewek multi fungsi yang sering diabaikan. Di anugrahin satu temen super julit yang bawaannya pingin mengumpat terus setiap ngadepin sikapnya yang super unik . Kadang, gue emang suka nyesel sih temenan sama dia tapi justru karena cara temenan kira yang gak biasa yang ngebuat kita bisa selalu ngakak bareng every day every time. Bukannya sombong nih, bisa dibilang gue itu lahir dari keluarga sultan yang hidupnya serba ada. Tapi nggak tau kenapa, gue gak terlalu tertarik sama semua itu . Gue lebih suka cara yang beda buat menikmati masa remaja gue. Jadi penghalu akut, seniman selengekan, and savage girl.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines