I Introduce You

I Introduce You

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak pernah Afifah sangka bahwa dia diwajibkan untuk memilih salah satunya. Hal itu sangat sulit karena keduanya sama-sama memiliki keistimewaan yang tiada tara. Membuat dirinya dilema. **** Afifah menikmati masa dimana dirinya sedang kasmaran bersama Winata. Pacarnya yang banyak tingkah dan selalu berhasil membuatnya tertawa. Namun kehadiran Jehan merusak semuanya. Cowok misterius itu selalu mengundang rasa penasaran dalam diri Afifah. Bergejolak meminta dipuaskan dengan sebuah jawaban. Mengenal Jehan, seperti menambah sebuah wawasan. Sesuatu yang Afifah anggap hanya bisa terjadi di dunia fiksi, ternyata pernah Jehan alami. Jehan itu ... bukan hanya sekedar polos. Jehan sangat bersih dan putih. Lebih tepatnya, Jehan berusaha menjadi bersih dan putih. Semakin Afifah masuk ke dunia Jehan, semakin pula Afifah lupa batasan. Ketika dia menyadari perasaannya telah berubah, apa yang harus dilakukannya? Di mana letak benang merah antara Jehan dan Winata? Siapakah yang akan Afifah pilih pada akhirnya? Publish by ChkaPtri
All Rights Reserved
#404
mysterious
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • ELFATHAN
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Teman Kos Dari Neraka [TAMAT]
  • F A K E ? [End]
  • Electric Kiss [아파도 돼]
  • GASA [end]
  • ZEYA
  • Cewek Cuek [Completed]
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines