Metamorfosis hidup

Metamorfosis hidup

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
Semua manusia pasti pernah pernah berfikir ia tidak berguna untuk hidup di dunia ini, Tetapi berbeda dengan manusia yang ingin berusaha keras untuk merubah hidupnya untuk jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Pernahkah berfikir apa tujuan jasad dan ruh ini di ciptakan? pernahkah berfikir untuk apa aku dan kalian di lahirkan? Oh shit men ini sangat rumit!!!
All Rights Reserved
#5
metamorfosis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • love you self (TAMAT )
  • Cahaya Dari Luka
  • Felicia> Januari With You
  • ATYCHIPHOBIA =END=
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Villain Also Has A Reason [END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines