We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Barsha
  • WpView
    Reads 365
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 8, 2020
WpInfo
Fanfic
Seventeen
"Apa nilai hidup bagimu?" Tanya Bayu secara tiba-tiba di sebelahku. "Aku hidup karena aku cacat. Jika aku tidak cacat mungkin aku normal atau bahkan aku tidak akan pernah hidup." Dia tertawa mendengar jawabanku. "Kau itu sama seperti yang lainya Barsha. Sekarang jika aku beri tahu kau pasti akan kaget." Aku penasaran. "Apa itu?" "Orang tuamu mungkin akan mengatakanmu cacat. Tapi tahukah dirimu? Orang lain lebih cacat daripada dirimu karena hanya dirimu yang bisa menjawab pertanyaan itu,"-ucapnya lalu tersenyum dan melanjutkanya lagi-"orang lain tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan itu padahal mereka hidup dan mereka berpikir mereka itu lebih normal darimu. Bersyukurlah menjadi dirimu meski kau tak seperti yang lainya." Bayu tersenyum lalu mencubit hidungku. Satu kalimat di kepala Barsha untuk Bayu. Apakah Barsha layak menyukainya karena Bayu memiliki sikap seperti husbu di film animenya? Keadaan para chromestesia yang dialami oleh beberapa orang sekolah membuatnya tercengang dari keadaan. Sebuah paradoks Barsha? Yakin kah Barsha bisa kembali ke dunia dimensi nyata sementara ia terjebak pada kehidupan intuisi Devano? a world of illogicalism. A novel by @tangishujan_ @April 2020 @Copyright April 2020 Writen by @tangishujan_
All Rights Reserved
#2
barsha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • psychologycal
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Suami Gangguan Jiwa (TERBIT)
  • - YOU -  [TAMAT] ✓
  • Diam Tak Bisu (END)
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • Lolly [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

Kisah seorang pemuda yg tidak bisa di bilang sakit tidak jg bisa di bilang sehat, wajah tampan tak menjamin mental yg baik dia lebih suka diam dalam kesunyian, karena pada titik tertentu dia lelah menjadi orang yg tau segalanya, namun tak biasa mengehentikan masalah yg ada. Aku hanya seorang psikolog muda dan dia adalah salah satu pasien ku, namun aku mencintainya dan tak perduli melanggar aturan aku tetap mencintainya, di mana aturan itu tertulis jelas untuk tidak menaruh perasaan lebih pada pasien mu, namun aku tak bisa matanya yang indah namun kehilangan cahaya harapan nya, membuat aku ingin menjadi orang yg mengembalikan cahaya itu menghidupkan kembali jiwa itu, di mulai dengan cinta di hati _ Gulf Kanawut. Cerita ini aku buat melalui pengalaman aku sendiri dan kadang apa yg kalian lihat tidak lah sama dengan kenyataan yg ada, oleh gak usah lama lam kita langsung cuss aja ke ceritanya 😘😘😘😘👉👉👉👉.

More details
WpActionLinkContent Guidelines