Monolog Rasa (On going)

Monolog Rasa (On going)

  • WpView
    Reads 893
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
Ini hanya sedikit tentang bagaimana aku menerima sebuah penyesalan, rasa sesal yang mengubur rasa cinta yang baru tumbuh. Jauh sebelum aku merasakan kembali bahagia yang utuh. Tentang bagaimana dia dengan lapang merelakan. Walau belum berapa lama bersama. Bagiku itu sangat membekas kala mengingatnya kembali. Biarlah ia hidup dalam tulisan-tulisan yang ku ciptakan, meskipun sudah lama mati dalam ucapan. Biarlah ia hidup sesering aku mengingatnya, meskipun rasa ini sudah tak dapat lagi menjadi nyata. ' ' ' ' Di tulis oleh dernia a.k.a (Devi Ernia) Bandung | 20/04/2020
All Rights Reserved
#140
monolog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • Broken
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • Yang Terluka
  • Dia Tempatku Pulang | [SEGERA TERBIT]
  • ANGKANA [ End ]
  • ALKATRIX [COMPLETED]
  • MIRAGE (Completed)
  • Ares✔ [Proses Revisi]

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines