When the Wind Blows

When the Wind Blows

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2020
WpInfo
Fanfic
Teruntuk dia penyimpan luka; Pemilik bentuk mata seperti kacang almond dengan senyum secantik Dewi Afrodit. Manusia memang lihat dalam memakai topeng. Luka yang tergores akan meninggalkan kenangan paling pahit, membekas dalam pengingat akan kekuasaan waktu sebagai pertanda. "Bukan hal atau peristiwa tertentu yang meresahkan kita, tapi persepsi akan hal-hal dan peristiwa tersebut." (Epictetus, hal. 95) Tentangmu tidak akan terhenti di penghujung, akan ada penghujung lain yang menyambungkan ke dalam cerita baru. Katamu, akan lebih baik jika aku menjadi pemilik cerita itu. Mari, kita duduk bersama di bawah langit malam yang menjulang tinggi tentang keindahannya dan sebuah balutan selimut yang menutupi tubuhmu agar tetap hangat; aku minta agar kamu mengosongkan pikiran terlebih dahulu sebelum membaca kisah yang tak seindah kisah para pengagum rasa.
All Rights Reserved
#242
yourself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile
  • Breathe
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • ARDIRA [SELESAI]
  • SCHOOL DEATH (END)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Regrets of Love
  • You Are Mine [Terbit]
  • 00.00
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines