Aku Dan Kamu

Aku Dan Kamu

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2020
seorang perempuan yang mulai mencintai teman sekelasnya, Dan temannya itu hanya menganggap dia sebatas teman sekelas sama seperti teman yang lain. Lama kelamaan perempuan itu pun mulai menyadari Bahwa cinta itu tak bisa dipaksa apalagi mengharapkan yang tidak pasti untuk kita ngenggam. Jika kita terlalu mengharapkannya mungkin dia akan perlahan menjauhi kita tanpa kita sadari itu semua.
All Rights Reserved
#16
fantasis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Antara trauma dan kesempatan kedua
  • Sekedar Jadi Doa
  • Will I And You Become Us
  • He is not My Best Friend (End)
  • Cinta untuk Senja.
  • Mas [completed]
  • Nerd Outside Bad Inside
  • RAKA
  • Complicated love

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines