Story cover for SERGIO by NazwaAliadeswita
SERGIO
  • WpView
    MGA BUMASA 80
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 3
  • WpView
    MGA BUMASA 80
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 3
Ongoing, Unang na-publish Apr 16, 2020
SERGIO SAKA PRAMUDUTA. Siapa yang tak tau sosok ini? kurasa tidak ada. Tampan? Sangat. Pintar dan cerdas? Jangan ditanya. Dicintai kaum hawa? Sudah jelas. Tipikal goodboy anti masalah kesayangan guru dengan sikap dingin dan hati tak tersentuh. Manusia macam Sania adalah yang paling ia hindari.

SANIA PUTRI LEKSMANA. Semua orang juga kenal dia. Cewe barbar dengan tingkat kebodohan dan kedunguan dibawah rata rata. Dicap sebagai troublemaker oleh penghuni sekolah. Jenis murid yang selalu membuat guru mengusap dada karna sikapnya yang semena mena. Terobsesi dengan hal berbau Sergio.

Lalu bagaimana jika Sania mencintai Sergio yang membencinya?

Akankah impiannya bersama sang pangeran sekolah menjadi nyata?

~~~

"Gue suka tantangan dan elo, penuh tantangan."
-Sania

"Saya gak suka masalah dan kamu, hidupnya bermasalah"
-Sergio
All Rights Reserved
Sign up to add SERGIO to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Empat Serangkai ni faizahannasyifa
6 mga parte Kumpleto
Menceritakan tentang kesolidaritasan dan kekompakan dalam persahabatan yang sesungguhnya. Mereka terkenal dengan nama 4 Serangkai karena nama mereka yang berawalan dengan huruf S. Dan mempunyai julukan tersendiri di sekolahnya dengan nama "The Trouble Maker" kalian semua pasti sudah tidak asing bukan, dengan nama itu? Yah, mungkin sebagian sudah ada yang tahu. Untuk yang belum tahu mari simak kembali. Kenapa mereka dikasih julukan "Trouble Maker?" Karena tingkah laku mereka yang membuat siapapun mampu menggelengkan kepala. Dengan tingkahnya yang selalu membuat masalah di sekolahnya bahkan yang berhadapan dengan mereka, bisa saja langsung terkena darah tinggi karena kelakuan nakal mereka. Jika kalian heran mengapa tidak di keluarkan dari sekolah saja? Jawabannya, kepala sekolah tidak bisa mengeluarkan mereka. Sebab, mereka pintar dalam berbagai bidang akademik maupun non akademik. Pihak sekolah mana sih yang mau mengeluarkan murid yang berprestasi? Meskipun kelakuan mereka yang selalu meresahkan para Guru dan murid, tetapi bagaimanapun mereka selalu mengharumkan nama sekolahnya. Kelakuan mereka yang menjengkelkan bukan berarti mereka gadis liar, pembangkang, dan susah diatur. Mereka hanya kurang kasih sayang dan didikan orang tua sebab orang tuanya sibuk dengan bisnisnya. Meskipun demikian mereka berempat memaklumi kondisi keluarganya yang sibuk dengan pekerjaannya. Balapan liar, sekedar hobi untuk menghibur diri dan berkelahi untuk membantu para pedagang dari pereman dan geng motor yang mambuat rusuh di jalanan. Bagaimana motif mereka, baik bukan? Untuk mengetahui baik buruknya seseorang bukan diukur dari covernya saja. Kita bisa tahu lewat cara mereka melakukan berbagai hal seperti berinteraksi langsung dengannya, mengetahui motifnya, dan alasannya.
DANADYAKSA ni KumbangPolkadot
70 parte Kumpleto
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Fragments cover
Perfect Struggle  cover
Arsyilazka cover
ReySan (Selesai) cover
Empat Serangkai cover
S A N I Y A [END] cover
GASA [end] cover
BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)  cover
ALTERIO  cover
DANADYAKSA cover

Fragments

17 parte Ongoing

"Aku nggak mau jatuh cinta... tapi kenapa rasanya aku malah jatuh ke dalam kamu?" Vania Rebecca Putri punya dua prinsip hidup: 1. Jangan pakai rok kecuali dipaksa. 2. Jangan baper sama cowok misterius-apalagi yang auranya kayak tokoh utama novel kelam. Tapi prinsip itu mulai goyah sejak Rey muncul. Cowok baru yang dateng kayak bayangan, ngomong secukupnya, tapi nyimpen banyak banget hal yang nggak dikatakan. Aneh. Bikin penasaran. Dan entah kenapa... Vania malah jadi pengen bantu. Di tengah usaha Vania buat bersikap biasa aja, ada Shifa-sahabat paling jago baca situasi (dan sinyal cinta), dan Raffi-yang kalo nggak ngasih wejangan galau ya sibuk jadi DJ kelas. Mereka bertiga kayak trio yang selalu terjebak di tengah drama sekolah, tugas numpuk, dan cowok-cowok absurd. Apalagi saat Ryan, sang pelawak kelas, dan pacarnya Raisa tiba-tiba berubah jadi duo detektif sok-sokan demi mengungkap misteri yang lebih dalam dari soal Fisika. Di antara pecahan-pecahan cerita yang Rey sembunyikan, Vania perlahan menyadari, yang dia coba bantu perbaiki bukan cuma Rey... tapi juga dirinya sendiri. Karena kadang, yang hancur itu bukan cuma masa lalu, tapi juga rasa yang tumbuh tanpa sengaja.