Sang Halu

Sang Halu

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 22, 2020
Kisah seorng gadis cantik yang bernama Sania Anjarwinata. Gadis yang sangat mengidolakan pelantun lagu "Pamit" hingga ia diberi gelar "Tukang Halu" oleh kawanannya disekolah. Akankah ia akan terus mendambakan idolanya itu? Atau ia menemukan sosok yang mirip 95,9% dengan idolanya? Cerita ini hanya fiktif belaka. beberapa bagian ada yang real life, aku harap ini akan menjadi cerita yang bisa kalian nikmati. dan apabila ada kesamaan nama atau tempat itu sebuah ketidak sengajaan. Ini hanya karya penulis saja. Selamat membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • AVENOIR [SUDAH TERBIT]
  • you
  • SERIBU HADITS✓
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Mihrob  [On Going/ Revisi]
  • Assalamualaikum Imamku
  • Masa Remaja si Penikmat Senja
  • Hujan dalam Pandanganku

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines