Cinta dan Tacenda

Cinta dan Tacenda

  • WpView
    Reads 727
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 11, 2025
On going.... "Ada luka yang tak pernah sembuh... dan ada cinta yang terlalu berat untuk dimiliki," Shafier. Shafier Raqueena Ganeswara bukan gadis biasa. Ia pewaris kekuasaan, kecantikan, dan luka yang tak pernah benar-benar hilang. Setelah dibuang dari Seoul karena hal yang tidak ia ingat, Shafier kembali ke Indonesia Bertemu dia, Akasya Raja Mahessa, membuatnya memiliki satu tujuan-melindungi mereka yang tak punya suara, lewat Rumah kecil itu. Akasya adalah teka-teki. Ia hadir menarik perhatian Shafier. Mencintai tanpa pernah benar-benar mendekat. Namun, cinta mereka bukan tentang kebersamaan. Cinta mereka adalah tentang luka, pengkhianatan, dendam, dan masa lalu yang tak pernah selesai. Dan ketika kebenaran terungkap-siapa Akasya sebenarnya, kenapa Shafier harus dilupakan, dan siapa yang menghancurkan hidupnya-semuanya mungkin akan terlambat. Karena tidak semua luka ingin disembuhkan. Dan tidak semua kebenaran pantas diketahui. "Aku mencintaimu sebagai seorang perempuanku, tapi takdir meminta kita berdua tidak menyatu," Akasya.
All Rights Reserved
#680
penghianatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qalbu {Terbit}
  • Cinta di ujung Senja
  • ALLIANCE
  • possessive boyfriend
  • Masa depan yang terulang
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Surat Cinta Untuk Aisya

{Teenfiction-Spiritual} "Yah, izinin Acha tetap homeschooling. Acha nggak mau sekolah di tempat umum." Gadis belia kisaran berusia 15 tahun, kini sedang membujuk sang ayah agar tetap mengizinkannya untuk homeschooling. "TIDAK!" ucap lelaki yang di perkirakan berusia 40 tahun itu. Ia tetap kukuh dengan keputusannya untuk menghentikan putri tunggalnya itu homeschooling. "Ayah ingin kamu tumbuh seperti remaja lainnya. Ayah ingin kamu bisa bergaul dengan banyak orang, dan Ayah ingin kamu melawan rasa takutmu itu." Lanjut sang ayah dengan tegas. Gadis yang bernama lengkap Jingga Cahaya Senja itu hanya bisa menunduk. Ia berusaha menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh membasahi wajahnya. "Dan satu lagi, Ayah ingin kamu mempunyai teman manusia. Bukan HANTU!" Lelaki itu langsung berjalan keluar rumah, dan menyisakan anak gadisnya itu sendirian di ruang keluarga sambil menunduk, seolah meratapi nasibnya. Allah SWT berfirman : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51 : Ayat 56)

More details
WpActionLinkContent Guidelines