Story cover for Impulsif Rasa by Apriliadians
Impulsif Rasa
  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Apr 17, 2020
Kata mereka aku seram
Manusia aneh penyuka diam
Tak pernah sekalipun mereka pikirkan
Bahwa aku bungkam bukan tanpa alasan
Diamku punya arti dibalik ucapan yang tersembunyi
Bungkamku tanda betapa sesak hati yang tak ingin berbagi
Sebab aku adalah manusia berpuisi
Yang mana kertas putih dan tinta lebih mengerti
Mengubah intuisi menjadi puisi
Dari berbagai bintang berjuta rasi

Tersita habis waktu ku untuk berpuisi
Tercoret habis kertasku untuk diisi
Maaf jika kau mengira aku tak peduli
Duniaku memang begini
Berkontemplasi halusinasi
Memilih sibuk bersama diksi
Mengertilah,
Aku sedang berjuang meraih mimpi

Yang saya tulis adalah obat untuk diri saya sendiri
Saya baca lagi dan lagi untuk semangati diri
Kalau saya memiliki masalah, entah berat sekali 
Beberapa tulisan memang sesuai dengan emosi yang saya rasakan
Sisanya tidak terlalu serius, hanya main-main saja
All Rights Reserved
Sign up to add Impulsif Rasa to your library and receive updates
or
#101senandika
Content Guidelines
You may also like
Aksara Tak Bertuan  by cahayakamila24
25 parts Complete
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
You may also like
Slide 1 of 10
Segala Tentangmu ❝ cover
Rustic Jam [END] cover
Aksara Tak Bertuan  cover
ALTAR RASA | END ✓ | cover
SajakSesak [Arief Aumar] cover
{PERKATA} Selesai  cover
BAPER {SELESAI} cover
Goresan Tinta cover
KIARA [End] cover
Diam cover

Segala Tentangmu ❝

130 parts Complete

Kata dan rasa, untukmu yang merasa ───