Story cover for Impulsif Rasa by Apriliadians
Impulsif Rasa
  • WpView
    LECTURAS 459
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 21
  • WpView
    LECTURAS 459
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 21
Continúa, Has publicado abr 17, 2020
Kata mereka aku seram
Manusia aneh penyuka diam
Tak pernah sekalipun mereka pikirkan
Bahwa aku bungkam bukan tanpa alasan
Diamku punya arti dibalik ucapan yang tersembunyi
Bungkamku tanda betapa sesak hati yang tak ingin berbagi
Sebab aku adalah manusia berpuisi
Yang mana kertas putih dan tinta lebih mengerti
Mengubah intuisi menjadi puisi
Dari berbagai bintang berjuta rasi

Tersita habis waktu ku untuk berpuisi
Tercoret habis kertasku untuk diisi
Maaf jika kau mengira aku tak peduli
Duniaku memang begini
Berkontemplasi halusinasi
Memilih sibuk bersama diksi
Mengertilah,
Aku sedang berjuang meraih mimpi

Yang saya tulis adalah obat untuk diri saya sendiri
Saya baca lagi dan lagi untuk semangati diri
Kalau saya memiliki masalah, entah berat sekali 
Beberapa tulisan memang sesuai dengan emosi yang saya rasakan
Sisanya tidak terlalu serius, hanya main-main saja
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Impulsif Rasa a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#102sajakrindu
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri de ceritadariawan28
4 partes Continúa Contenido adulto
"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Diksi Dalam Sepi cover
ALTAR RASA | END ✓ | cover
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri cover
[✅] WITH YOU cover
Goresan Tinta cover
BAPER {SELESAI} cover
{PERKATA} Selesai  cover
SajakSesak [Arief Aumar] cover
Luka Lara Luna || END cover
KIARA [End] cover

Diksi Dalam Sepi

113 partes Concluida

Hanya seseorang yang ingin bercerita mengenai kehidupannya melalui diksi yang dirangkai sedemikian rupa menjadi sebuah puisi. Hi, readers! Jangan lupa follow akun ini, vote ceritanya, dan tinggalkan komentar ya. Setiap dukungan dari kalian membuatku semakin semangat untuk menulis!