We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Impulsif Rasa

Impulsif Rasa

  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Kata mereka aku seram Manusia aneh penyuka diam Tak pernah sekalipun mereka pikirkan Bahwa aku bungkam bukan tanpa alasan Diamku punya arti dibalik ucapan yang tersembunyi Bungkamku tanda betapa sesak hati yang tak ingin berbagi Sebab aku adalah manusia berpuisi Yang mana kertas putih dan tinta lebih mengerti Mengubah intuisi menjadi puisi Dari berbagai bintang berjuta rasi Tersita habis waktu ku untuk berpuisi Tercoret habis kertasku untuk diisi Maaf jika kau mengira aku tak peduli Duniaku memang begini Berkontemplasi halusinasi Memilih sibuk bersama diksi Mengertilah, Aku sedang berjuang meraih mimpi Yang saya tulis adalah obat untuk diri saya sendiri Saya baca lagi dan lagi untuk semangati diri Kalau saya memiliki masalah, entah berat sekali Beberapa tulisan memang sesuai dengan emosi yang saya rasakan Sisanya tidak terlalu serius, hanya main-main saja
All Rights Reserved
#56
diksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • BAPER {SELESAI}
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Nasihat dalam Puisi
  • Luka Lara Luna || END
  • {PERKATA} Selesai
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Ruang Hampa || Quotes ||

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines