My Boyfriend Is Bad Boy

My Boyfriend Is Bad Boy

  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 9, 2021
"Heyy, tungguin gue" teriak seorang lelaki kepada gadis cantik yang mulai berjalan pergi meninggalkannya. "Pergi lu, jangan ngikutin gue Mulu" jawab gadis itu dengan nada yang ketus. "Tapi, gue suka sama lu" kata sang lelaki sambil menarik salah satu tangan sang gadis. "Heh, dia tuh pacar gue. Lu ga usah deket Deket Ama pacar gue" kata lelaki lain sambil menarik sang gadis ke belakang punggungnya. "Gue bakal rebut dia dengan cara apapun" balas lelaki pertama sambil menatap tajam lelaki kedua dan kemudian berjalan pergi meninggalkannya. . . . . . . . . . Ini adalah kisah 2 bad boy yang memperebutkan seorang perempuan cantik bernama Keyra Zenline. Keyra yang juga bingung untuk memilih yang mana tetapi setelah Keyra memilih ada suatu masalah besar yang menimpanya. Penasaran dengan lanjutannya?? Dan menurut kalian siapakah lelaki yang dipilih Keyra?? Dan Masalah apa yang menimpa Keyra?? Atau penasaran dengan siapa yang dipilih Keyra?? Jika penasaran terus ikuti ceritanya yeu!! . . . . . .
All Rights Reserved
#199
cintaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • My Killer Ketos (New Version-Sudah Terbit)
  • Unpredictable Love [ON EDITING]
  • The Game
  • Andira [End]
  • Uncertainty?
  • My Beloved Boy (Sudah Terbit✔️)
  • RAVASYA [END]
  • YANG SERUPA TAK PERNAH SAMA [END-TERBIT]
  • ALEA (TAMAT)

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines