Story cover for Scarlet by dyaara_
Scarlet
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 17, 2020
Lo tuh layaknya kepiting.
Lo tau kan kepiting? Di luar keras, lo pun sama! gak gampang tersentuh oleh siapapun bahkan bodoamatan.
Kalau di dalam kepiting itu lembut. Lo pun sama! Bahkan setelah gue kenal lo lebih dalam lo tuh sebenarnya rapuh banget. lo tuh butuh sandaran seseorang yang selalu siap dengerin keluh kesah lo setiap waktu dan gue siap untuk itu.

Senjata kepiting itu kedua capitnya untuk melindungi diri nya dan lo punya senjata itu, Lo menutupi luka kehidupan lo dengan sikap cuek lo, sikap bodo amatan dengan penuh misterius di setiap kelakuan lo. dan itu malah membuat gue semakin tertarik untuk mencari tahu kehidupan lo!



Penasaran kisah selanjutnya? ikuti terus jejak saya dengan anda memfollow saya, anda tidak akan ketinggalan cerita saya bila saya update.
 jangan lupa vote dan coment karena itu semua sangat penting bagi ke kreatifan otak saya hehe

dari penulis amatir @dyaara
All Rights Reserved
Sign up to add Scarlet to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Bad Papa by lois_MILM
57 parts Complete
Kairaci harus menanggung beban yang sama sekali tidak pernah dipikirkannya. Di usianya yang tepat 23 tahun, Kairaci harus menikah dengan duda anak 1. Tragisnya lagi, sang duda tidak pernah menganggap anak bayinya hidup. Keluarga besarnya meminta dia menikahi Seun, seorang anak konglomerat kaya raya, agar bengkel milik keluarganya berubah menjadi bisnis besar. Seun tentu saja tidak setuju dengan perjodohan itu. Seun berusaha mempermalukan Raci di depan keluarganya. Raci terlihat seolah-olah seperti gadis yang ingin menikahi lelaki kaya agar dapat merebut seluruh harta suaminya. Perjodohan itu pun digagalkan karena Seun mencintai Liette, pacarnya saat ini. Raci merasakan trauma gagal menikah karena kejadian menyakitkan itu. Namun suatu malam, Seun mencari Raci untuk menikahinya dengan alasan yang tidak Raci ketahui. Tentu saja bukan karena Seun tiba-tiba mencintai Raci. Karena desakan orang tuanya, Raci akhirnya menikahi Seun meski pun Raci tahu dia akan menderita. Menghadapi seorang Seun yang dingin, suka menyakiti lewat kalimat, selalu ingin dituruti dan gengsinya selangit. *** Kenapa?" "Lo masih mau jadi ibunya Christian?" "Gue mau tetap jadi ibu Christian sampe kapan pun, bahkan kalau semua ini udah berakhir buat kita berdua," jawabku. "Kalo gitu, tungguin gue," ujar Seun yakin sambil mencengkram kedua pundakku. "Gue harus nungguin lo pulang kantor lagi? Sekarang aja ngomongnya, lo mau minta pisahkan? Suratnya mana?" "Kenapa pikiran lo selalu tentang pisah?" tanya Seun. "Bukannya lo emang mau pisah? Gue juga udah muak sama hubungan ini, kalo lo bawa pacar lo terang-terangan di depan gue kayak gini," ujarku. "Liette bukan pacar gue, gue gak pernah selingkuh dari lo," balas Seun. "Lo berani-beraninya ngomong kayak gitu di depan gue, sementara cewek yang lo bilang bukan selingkuhan lo, lagi nunggu di dalam mobil, siap buat berangkat kerja bareng sama lo. Kalo bukan pacar apa namanya? Calon istri?"
You may also like
Slide 1 of 9
Tingkat Tiga cover
Diantara mereka cover
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
Because I'm Stupid (End) cover
Secretly Looking at You (END) cover
Ain't Your Daddy (COMPLETED) cover
DIFFERENT love BELIEFS√ cover
Selection cover
Bad Papa cover

Tingkat Tiga

48 parts Complete

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.