Story cover for DYRA by gadogadocreepy
DYRA
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 17, 2020
Gimana sih rasanya disukain sama ketua geng? Penasaran banget. Pasti enak ga enak deh !

....

Claudyra Putri Argibanta, cewek polos yang berhasil menembus benteng hati si ketua geng.

Siapa si ketua geng? 

Cowok dengan celana abu abu yang diberi handsaplast dilutut itu lho. Yang setiap ngeliat tu bikin mata jadi jreng

Arnold Adigaba Kaisara, kaum hawa selalu meleleh sama dia. Tapi kenapa gaada yang bisa ngelelehin hati dia? Yang beku nya lebih lebih dari kutub utara. Yang sifatnya gabisa di prediksi. Kaya orang bipolar😭

Eitssssss.
Ada ko. 

Claudyra lah! Siapa lagi!? 

Tapii

Bakalan selamanya ga ya? Atau hanya sebagai pelampiasan?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add DYRA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Sweet Accident cover
ARGEO cover
ARGENATA [END] cover
KANTHA [Nikah Muda] cover
ANTARKA [END] cover
Badboy And Little Girlfriend (END) cover
EAGLE [ON GOING] cover
ALKASYHA√ cover
ALGARA [END] cover

Sweet Accident

42 parts Complete Mature

#ArceClaves1 Bharaga Ard Richter, ketua geng motor Arce Claves atau disingkat Arves, dengan paras menawan dan kekayaan tak berujung, Bharaga menjadi pusat yang dicari di SMA Serin. Meski terkenal kaku dan dingin, penyuka Bharaga garis keras tidak pernah berkurang setiap harinya, malah terus bertambah. Suatu ketika, suntikan misterius membuat Bharaga terbangun tanpa busana di samping seorang perempuan yang dikenalnya. Senajiwa Arunika, gadis cantik sejuta pesona dengan segala luka yang dipendamnya seorang diri. Dia tak tertarik dengan geng Arves apalagi ketuanya namun terjebak di sebuah ruangan bersama Bharaga dengan tidak memakai busana, Sena menemukan rollercoaster baru dalam hidupnya. *** "Mama, Sena hancur. Maafkan Sena, Sena salah. Mama maaf," ─── "Mami, maaf. Mas gagal," ***