Berdo'alah

Berdo'alah

  • WpView
    LECTURES 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 17, 2020
WpInfo
Histoires vraies
Mots-clésalhadist
قال رسول اللّٰه ﷺ : إن اللّٰه يستحي إذا رفع العبد يديه أن يردّ هما صفرا. رواه الترمذي معناه إذا طلب العبد ورفع يديه مستحيلٌ أن يردّه اللّٰه، الله يعطيه ما طلب أو مثل ما طلب في الآخرة أو يردّ عنه قدر ذلك من البلاء. Rasulullah SAW Bersabda : "Sesungguhnya Allah malu, apabila seorang hamba telah mengangkat kedua tangannya, lalu Dia mengembalikannya dengan tangan kosong." (HR at Tirmidzi) Maknanya : Apabila seorang hamba telah memohon dengan mengangkat kedua tangannya, maka tidaklah mungkin Allah SWT akan menolaknya. Allah SWT pasti akan memberi apa yang telah ia minta, atau semisal apa yang telah ia minta untuk kelak diakhirat, atau memalingkan darinya suatu musibah dengan seukur apa yang telah ia minta.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Masih Sempatkah Aku Bertaubat?
  • Wanita Penghuni Syurga
  • Detik Datang Dan Pergi
  • Pilihan Allah Pasti Yang Terbaik
  • MENDUNG
  • Islamic Thinking
  • Suamiku Sahabat Adikku
  • SoulMate Will Certainly Meet
  • CINTA DALAM DIAM
  • TENTARAKU dan CINTAKU (COMPLETE)

Bertaubat bukan hanya tentang memohon ampunan-Nya terhadap dosa yang telah kita buat. Bertaubat bukan hanya tentang melaksanakan solat sunnah taubat. Dan bertaubat bukan hanya tentang berjanji kepada-Nya untuk tak melakukan larangan-Nya lagi. Semua itu akan sia-sia, jika setelah dilaksanakan, namun diingkari lagi. Dan lagi. Bertaubat adalah tentang komitmen seorang hamba kepada Tuhan untuk mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tulisan di dalam karya ini menceritakan tentang bertemunya dua insan dengan kepribadian, kehidupan, dan nasib yang bertolak belakang. "Gue kotor, Mi. Kotor. Gue udah terlalu jauh dari-Nya. Bahkan, iblis pun angkat tangan karena perilaku brengsek gue selama ini. Gak mungkin pintu taubat masih terbuka untuk iblis seperti gue," ucap Zaid dengan suara yang bergetar. "Bang, semua masalah pasti bisa diselesaikan. Baju yang kotor masih bisa dibersihkan dengan sabun yang tepat," balas Safia dengan nada lembutnya. "Pintu taubat akan selalu terbuka untuk para hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bukan hanya bermodalkan ucapan saja, tapi harus ada aksi sebagai pembuktian. Dan sekotor apa pun hamba-Nya, In Shaa Allah, tetap akan mendapatkan ampunan dari Allah karena Allah memiliki sifat Al Ghaffar. Bertaubatlah sebelum terlambat, Zaid Al Barru," sambung Safia tenang. Note: 1. Tolong, jangan plagiat. Ide itu mahal dan mendapatkannya susah. 2. Semua ini murni berasal dari pemikiran author sendiri. 3. Cerita ini diikutsertakan ke dalam Cakra Writing Marathon Batch 08 #cakrawritingmarathonbatch08 #cakragroup

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu