Pacarku Osis Fakboy

Pacarku Osis Fakboy

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
ANISA AURISTELA model cantik yang menjadi rebutan semua pria tak terkecuali Ketua Osis tampan BRYAN GULZUVAN. *** "Lu ga punya tujuan hidup atau gimana sh?" ucap Anisa risih. "Nggk, tujuanku cuman kamu gadis cantik." Bryan mengelus lembut pipi Anisa dengan tatapan manisnya. "Dih ogah ya.. Cowo idaman gue itu yang imut, tampan, kalem. Bukan kayak lu tampang ganteng, otak mesum." Anisa bergidik ngeri. "Emang ganteng tuh.. Lihat saja, kamu akan luluh denganku." Ucap Bryan yang semakin tertantang. *** Dibalik itu semua ada vokalis band tampan yang terkenal bernama RANSI ARGAZKA. Akankah Bryan berhasil meluluhkan Anisa? Atau ada cinta segitiga di dalamnya?
All Rights Reserved
#576
fakboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • ARSENIO
  • Menanti Takdir Selanjutnya
  • LUKA BIASA GADISKU
  • ARSYA ✔
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • Rentetan Rasa (Completed)
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • BE ONE [COMPLETED]

dari semua rumus matematika yang pernah ku pelajari, cuman satu yang belum bisa kupahami: kenapa hati bisa deg-degan tiap kali lihat sahabat sendiri jatuh cinta. Namaku Aluna. Di sekolah, orang orang manggil aku "ratu matematika"-judul yang kuterima bukan karena aku suka, tapi karena aku selalu jadi andalan pas ujian. Sahabatku ada dua: Arsen dan luci. Kami bertiga kayak sudut segitiga sama sisi-saling seimbang, saling menguatkan. Arsen, ketua OSIS merangkap bintang Pramuka, jago main gitar, dan gak pernah kekurangan kata-kata buat pidato. luci, cewek yang seolah punya dunia sendiri-bakatnya di gambar, suara merdunya, dan aksen Inggrisnya yang bikin guru pun diam. kami bertiga sudah bareng sejak kelas 10. dan di kelas 11 ini, semuanya masih sama. sampai satu hari, Arsen bilang sesuatu yang mengubah semuanya. "lu," katanya pelan waktu kami duduk di tribun belakang sekolah, "gue rasa... gue suka Luci."

More details
WpActionLinkContent Guidelines