Perfect Senior

Perfect Senior

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2020
"Will you marry me?" "Ah, Kakak bercanda, ya? Aku masih kelas sepuluh, lho! Haha," balasku. "Aku serius." "Ta-tapi ... hm, gimana, ya? Aku masih ragu, apalagi kita belum lama deket, Kak." "Jangan ragu. Aku serius mau nikah sama kamu. Aku juga udah punya pekerjaan di tempat kerja kakakku. Kamu mau gak ikut aku ke Sukabumi? Aku mau kenalin kamu ke mama." Aku jadi bimbang. Iya, dia udah lulus, tapi aku? "Kakak tunggu aja sampai aku lulus," jawabku. Dia tersenyum. Kalau boleh jujur, aku ingin jawab 'iya'. Tapi, mau bagaimana pun, aku tetaplah seorang wanita yang tidak boleh mudah percaya dengan ucapan lelaki. Bisa saja ucapannya hanya 'bulshit'. Dan aku gak mau menyesal nantinya. "Kakak gak mau es krimnya?" Aku membuka pembicaraan lagi. Kak Revan menggeleng. "Enggak, buat kamu aja," jawabnya. "Ayo dong, Kak. Kakak yang beliin, masa aku yang makan semuanya." "Ya udah, ya udah, sini." Aku menyuapinya, dan dia memakan es krim itu dengan senyuman di bibir. Aku harap, kita selalu seperti ini, Kak.
All Rights Reserved
#713
senior
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Crazy Neighbor (Completed)
  • Unplanned marriage
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • ZATARFA (Tamat)
  • Don't Talk About Money
  • Arsyilazka
  • Love in Difference

Cerita dewasa 18+ WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA! Revan menghela napasnya gusar. Lelaki itu memilih duduk di teras rumah dan mengselonjorkan kaki nya. "Om? Nih buat Om" Revan menatap permen lolipop di depannya dan menatap si pemberi permen tersebut. "makasih" Ucap Revan mengambil lolipop tersebut. "Om sedih ya disuruh keluar negeri?" Tanya Gaby yang ikut duduk di dekat revan. Gaby dengar semuanya saat Bunda Revan mengomeli lelaki itu. "Bukan cil" balas Revan sendu. "Terus apa?" "Saya sedih karena ayam saya meninggal" Ucap Lelaki itu melahap lolipop nya. Jujur saja dia tidak sedih di pindahkan di luar negeri, dirinya malah senang bisa melihat bule tiap hari. "Om gak punya uang buat beli ayam ya? Caranya dapat uang biar bisa beli ayam lagi gimana?" Tanya Gaby. "Kamu mau bantu saya biar bisa beli ayam?" Tanya revan menaikkan sebelah alisnya. "Mau!, caranya gimana?" Tanya Gaby balik. "Ayok ngelonte" Balas Revan. "Ngelonte itu apa?" Revan memutarkan bola matanya malas "Ngelonte itu dapat duit, bisa bikin tetek kamu gede juga, kamu mau gak?" Tanya Revan. "Mau!" Mendengar jawaban Gaby, langsung saja Revan menggendong bocah tersebut ala karung beras. Gaby teringat jika belum minta izin maka dari itu gadis itu teriak agar Mamahnya yang sedang menyapu mendengar suaranya. "Mah! Aku izin mau pergi sama Om Revan!" Teriak Gaby. "Kemana!" Balas Mamahnya teriak. "Ngelonte Mah!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines