Lachesis

Lachesis

  • WpView
    Reads 617
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2020
"Sejahat apapun aku, jangan pernah pergi, ya?" "Gimana aku bisa pergi? Berniat untuk hidup tanpa kamu aja aku ga sanggup." Kita saling sayang, saling mencinta satu sama lain. Bila sudah begini, kupikir hubungan kita akan baik-baik saja. Kamu yang selalu ada untukku, dan aku yang juga berusaha begitu. Namun, nyatanya kita lebih rumit dibanding sepasang remaja yang saling menyakiti. Lebih rumit dibanding sepasang hubungan yang saling mengkhianati. Inti masalahnya hanya satu, aku terlalu menyayangimu, hingga aku lupa menyayangi diriku sendiri. Setiap luka yang kau berikan tampak seperti embun pagi yang tak layak dipermasalahkan, cintaku sedalam itu. Aku pun tahu, rasa sayangmu juga sama besarnya. Namun, suatu keadaan memaksa kita untuk renggang, kita ingin pisah, tapi tak mampu untuk berpisah. Setiap waktu, hal yang dapat kulakukan hanyalah berusaha mencari sebuah alasan untuk tetap bertahan denganmu. Semoga aku mampu. Salamku, Wanita yang rasa cintanya lebih besar dibanding jumlah hidrogen milik matahari. Mentahan cover from Pinterest.
All Rights Reserved
#26
athena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines