Selathan

Selathan

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
apa kamu memiliki ketakutan terbesar? jika iya, apakah ketakutan terbesarmu itu? apa penyebab ketakutanmu itu? bagaimana sikapmu dalam menghadapi ketakutan terbesarmu? yang aku tahu, hampir semua orang di alam semesta memiliki ketakutannya tersendiri, ada sebagian dari mereka yang mampu mengatasi ketakutannya bahkan keluar dari zona nyaman untuk menghilangkan ketakutannya, namun juga tidak sedikit dari populasi manusia yang tidak mampu meredakan ketakutan mereka hingga akhirnya mereka tenggelam dalam lubang ketakutan. aku tentu punya ketakutan terbesar. dan ketakutan terbesarku adalah takut sendirian. tidak, bukan berarti aku takut pada hantu saat sendirian. yang aku takutkan dalam kesendirian adalah sebagaimana perihnya kesepian menghampiri dan mendekapku erat erat. lalu, ketakutan terbesarku perlahan kian jadi nyata. aku tidak tahu bagaimana menghadapinya, tolong aku.
All Rights Reserved
#130
mentalillnes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Cold idol
  • Self Injury's(complete)✔
  • Hopeless
  • u n k n o w n
  • Happiness [SELESAI] ✔
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines