"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo."
17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP!
FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG.
Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)
Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden.
Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri.
[Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat]
•
Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu.
•
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Warning!! True story.
Lo itu cuma sampah di rumah ini!
"Brengsek, gabakal gw lupain kata-kata yang keluar dari mulut bokap gw" ucap Rayhan dengan kesal.
Ya Rayhan adalah seorang anak laki-laki yang harus merasakan pahitnya hidup selama 17 tahun lamanya.
Orang tua nya telah bercerai saat umur nya masih menginjak 3 tahun, di umur segitu dia harus berpisah dengan sang ibunda tercinta nya. Ia tinggal bersama papa nya yang sering kasar kepadanya, setiap hari dia harus menerima kekerasan dari sang papa yang sering mabuk-mabukan.
Saat usianya menginjak 12 tahun papa nya menikah dengan wanita muda yang terlihat begitu baik.
Apakah setelah itu Rayhan akan merasakan kasih sayang dari seorang ibu? Apakah penderitaan nya akan berakhir disini?
Yg gasuka sad end boleh di skipp ajaa!!
[Please, don't copy my story]