Takdir Allah

Takdir Allah

  • WpView
    Reads 10,884
  • WpVote
    Votes 589
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sat, May 23, 2020
Semua di dunia ini sudah ada takdirnya termasuk jodoh. ~~~ Paras cantik, pendidikan tinggi, dan karir sukses sudah berhasil Fiza raih diusianya yang sekarang menginjak 27 tahun. Umur yang sangat matang untuk seorang gadis menikah. Bahkan kebanyakan orang menganggap umur segitu sudah terlalu tua atau biasa disebut perawan tua. Bukan karena tidak ada yang menyukainya, gadis ini sudah mempunyai kekasih. Trauma masa kecilnya membuat Fiza berpikir dua kali untuk ke pelaminan. Keinginan Bunda yang tiba-tiba menginginkan cucu dan mendesak Fiza untuk menikah membuat gadis ini memutar otak untuk terus menolak. Bunda tidak setuju kalau anak semata wayangnya menikah dengan pacarnya. Bunda mempunyai calon sendiri untuk putrinya itu. Karena Bunda tidak mau apa yang terjadi dengannya dulu terulang kembali pada anaknya ini. "Enak kali ya, Za. Punya cucu sendiri?" "Please deh, Bun. Jangan ngode terus!" "Kamu sih lama banget mau nikahnya," balas Bunda menekuk wajahnya.
All Rights Reserved
#127
akad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • For You Smile ✔
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • ArKa (End)
  • Mr.Cool is My Husband (On Going)
  • Attar
  • Safa
  • DIKANESHA
  • Kahfi dan Yumna
  • SEPUCUK SURAT CINTA

"Gue akan ngelakuin apapun, demi buat Lo selalu senyum" ucap Afif sambil menarik dua ujung bibir Fisya agar tersenyum. Tidak ada niat khusus baginya, Ia mengatakan hal itu untuk menenangkan Fisya. Ia peduli dengan Wanita di depannya ini. Fisya merasa bahagia. Ia akui, kalau Ia mulai mencintai Afif. Lelaki baik hati yang telah menyelamatkan nyawanya empat bulan yang lalu. Sekarang lelaki itu juga telah banyak membantunya. Ia memegang perutnya yang sudah buncit Itu. Ia terharu dengan Ucapan Afif. Di saat ada orang lain menghancurkannya justru Afif datang untuk memberi semangat baru di kehidupan Fisya. "Makasih Afif. Fisya seneng bisa kenal sama Afif" cicit Fisya menatap Afif dalam. Ia tersenyum ke arahnya. Ia ingin sekali menyatakan rasa, namun Ia tau diri. Ia hanya perempuan biasa yang tak punya keistimewaan apapun yang bisa membuat Afif suka padanya. "Nah, Gitu dong. Jadi cantik lagi deh" Ucap Afif lagi. Ia kemudian berjongkok dan menatap perut Fisya. "Jadi anak yang baik, Yah. Biar bisa bikin Mama kamu senyum terus" Afif mengelus perut Fisya kemudian sekilas mencium perutnya. Walaupun Afif bukan siapa-siapa dari anak yang di kandung Fisya, Ia selalu memberikan perhatian layaknya keluarga. Kalau mau lebih lengkap, baca dulu: -SMA Udah Nikah -Please Papa Jangan salahin Aku Kalau nanti bingung, Yah:) _Cicaaaaa🌻

More details
WpActionLinkContent Guidelines