Love Gamers

Love Gamers

  • WpView
    Reads 800
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 25, 2025
"Ngapain lo disitu?" Lova tersadar, dan mengubah raut muka nya seperti bocah polos yang sedang tertangkap basah mencuri permen dari sang ibu. "Huh?.. aku----aku lagi mampir terus nggak sengaja aku liat kamu disini," ucap Lova. Aska hanya menatap Lova sekilas kemudian membawa gelas minuman nya pergi meninggalkan gadis itu. "Eh kamu mau kemana?," tanya Lova menghadang jalan Aska. "Apa urusannya sama lo? Minggir!," ketusnya. "Besok aku boleh nggak berangkat sekolah bareng kamu? Jemput aku ya..," pinta Lova memohon penuh. "Ogah." "Pulang bareng deh.." "Enggak dan nggak akan pernah. Minggir lo!" sentak Aska kemudian melanjutkan langkahnya. Lova langsung terdiam badannya sedikit terhuyung saat Aska menyenggol bahu kirinya sedikit keras. Tak terasa setetes cairan bening turun melalui pelupuk matanya. Gadis itu langsung mengusap nya dan mengatur kembali pernapasan nya yang seketika terasa sesak. Ia harus kuat, ia tak boleh pantang menyerah. Ia yakin usaha tak akan pernah mengkhianati hasil. WELCOME TO MY UNIVERSE BEIBERS🖤 WARNING! CERITA DAPAT MENYEBABKAN KETERGANTUNGAN. © copyright 2020 Plagiat? Go away from my universe!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • REVANO UNTUK REVA
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Strong Girl Michella (END)
  • RAISEN
  • NADIRAEFAL
  • Milova
  • SEGITIGA SEMBARANG [SELESAI]

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines