Lentera Hati

Lentera Hati

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Cintanya telah lebam membiru. Cinta pertamanya redup sebelum ia mampu mengutarakan isi hatinya. Seseorang yang singgah di hatinyalah yang telah memadamkan cahaya cinta yang menghias hatinya tersebut. Dia yang dicintanya telah memporak-porandakan lentera hatinya. Tak lagi ada rasa bahagia yang meletup di hatinya. Hingga seseorang dihadirkan dalam hidupnya. Mengajarkannya makna cinta sesungguhnya, mengenalkan sebuah cinta yang mampu menyalakan kembali lentera hatinya yang bahkan nyalanya jauh lebih sempurna dari cinta di pelosok negeri manapun. Seseorang itu telah mengajarkannya untuk memberikan cintanya kepada Sang Pemilik Cinta. Yang mana cinta itu akan membuat lentera hatinya terus bercahaya hingga ia kembali kepada Sang Pemilik Cinta.
All Rights Reserved
#68
hikmah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Imam Untuk Raina (Selesai)
  • Together, Against all Odds (T.A.A.O) (LENGKAP)
  • Cinta Ikhlas
  • Goodbye Oppa!! Aku Memilih Sang Penciptaku (END)
  • Aku Layak Untukmu (Completed)
  • Love Faith And Hope
  • Janji Diujung Doa
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Zarah

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines