Rinai yang ternoda

Rinai yang ternoda

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 6, 2020
"Sial!!!" "Hiks..hiks..hiks.." "Diam! berhenti menangis, toh semua sudah terjadi. Dan ini buat Lo, lain kali kalau kita bertemu berpura-puralah seakan semalam ngak terjadi apa-apa. Paham!" BRAKKK Dia Rinai yang menangis tersedu sedan itu, hanya menatap penuh kesakitan pada pintu yang telah tertutup rapat itu. Hatinya sakit. Harga dirinya sudah terkoyak. Lantas apa yang bisa ia banggakan kedepannya nanti. Sudah miskin, yatim piatu, cacat pula. Ah sebenarnya bukan cacat, luka bakar yang ada di mata kakinya bisa sembuh hanya dengan operasi saja. Tapi uang.... bahkan untuk membeli buku kuliah dan makan saja dia harus bekerja paruh waktu di salon milik tetangganya dan itu dengan gaji yang kecil. Hanya satu keberuntungan dalam hidup yang ia syukuri, ya dia punya otak pintar dan berkat itulah dia memperoleh beasiswa. Dan sekarang mimpi-mimpi masa depannya musnah sudah karena peristiwa pahit yang terjadi padanya semalam. Rinai Ayudia Widuri "Maafmu aku terima, tapi untuk menerimamu dalam hidupku itu tidak akan aku terima hingga aku mati." "Bahkan dengan kematiankupun kau tak bisa menerimaku dihidupmu, lantas dengam cara apa aku bisa mencairkan hatimu yang telah aku bekukan Nai."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Leona[Hiatus]
  • DRABIA [END]
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • Raina Maramitha
  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Girlsfriend's best Friend
  • Don't Talk About Money
  • All My Fault✔
Rindu

Maaf.." Hanya kata itu yang bisa Dimas ucapkan Rindu pun hanya diam, dia tidak mau bicara sama sekali dengan cowok jangkung yang duduk di sebelah nya ini "Maaf in gue, gue... gue.. engga sengaja" Dimas mulai menunjukkan wajah sendu nya, penuh rasa bersalah yang mendalam Rindu menutup telinga dengan kedua tangan nya sambil menundukkan kepala ke bawah Sama sekali tidak mau mendengar apa-apa lagi, rindu merasa jijik dan merasa kotor jika dekat Dimas saat ini, rasa trauma itu terus mengguncang jiwa nya "Lo kenapa?" Tak ada sahutan apa-apa dari rindu, hingga tiba-tiba tubuh rindu jatuh lemas menghantam bagian depan mobil Dimas pun kaget dan langsung menepikan mobil nya "Hey .. lo kenapa?" Dimas menepuk-nepuk pipi rindu pelan berusaha menyadarkan rindu yang tiba-tiba pingsan "Rindu" {banyak konflik yang terus bergulir, rindu pun bertemu dengan seorang laki-laki selain dimas yang tiba-tiba hadir dalam hari-hari nya. Mampukah rindu meraih kebahagiaan nya?????}

More details
WpActionLinkContent Guidelines