Alam Zion Wijaya, biasa di panggil Alam atau Al. Alam seorang anak yatim piatu sejak berumur lima tahun. Dikarenakan ayah dan bundanya tertabrak oleh mobil besar pengangkut pasir saat pulang dari festival seni. Itu takdir, Alam selalu saja menyalahkan dirinya sendiri. Karena Alam meminta kepada kedua orangtuanya, jika Alam mendapat juara 1 lagi di kelasnya Alam ingin dilukis sekeluarga di acara festival seni sehabis mengambil raport.
Alam sering mimpi buruk di setiap ia tertidur. Sejak peristiwa itu terjadi, selalu saja menghantui Alam. Sosok Alam yang dulu sangat ceria, ramah, lincah, dan pandai bergaul. Kini Alam sosok yang sangat pendiam, dingin, acuh dan tidak banyak bicara. Alam kini tinggal bersama Tante dari bundanya, dan suaminya, Galih. Tante itu bernama Rosie dan memiliki dua anak. Yang pertama cowok, ia bernama Devan Mahendra, biasa dipanggil Evan. Evan, sangat benci terhadap Alam, karena mama, papa dan adiknya selalu mendukung dan sangat menyayangi Alam daripada dirinya. Dan anak yang keduanya perempuan, bernama Kyra Pratista yang biasa dipanggil Rara.
Tibalah sosok perempuan yang menyukai Alam, ia bernama Semesta Lethesia. Ia sosok perempuan yang amat cantik, cerewet, lincah, terlalu percaya diri, mempunyai banyak teman dan sayangnya, ia sangat pemalas.
Apakah sosok Semesta akan memperbaik keadaan? atau malah menjadi memperburuk keadaan?
CERITANYA LENGKAP YAWW🧡
BACA DULU SEBELUM BERARGUMEN ⚠️⚠️
seorang gadis yang menikah dengan kemauan orang tuanya hanya karena demi kebaikannya dan kebaikan perusahaan ayahnya, tetapi menurut gadis itu menikah dengan cara seperti itu ia merasa tersiksa oleh itu
"lo jangan pernah berharap gue bisa cinta sama lo" ucap suami gadis itu.
"Vaga!! Bisa anterin gue ke rumah sakit?" Pinta gadis itu.
"Ck. Apaan sih lo, nyusahin banget tau gak" kesal Vaga.
"Bentar doang Ga" mohon Dara pada Vaga.
"Mati aja Lo sana, nyusahin banget jadi orang"
***
"gue mau cerai, Vaga..."
degg!!
"Lo gak bercanda kan, Ra?"
***
"Lo udah bunuh pacar gue anjing"
"Bukan gue Vaga, dia jatuh sendiri"
"Bacot lo anjing"
Plak
***
"Mati aja sana, Lo gak penting tau gak"
***
"Lo ngapain sih, jangan meluk"
***
"Buka baju Lo, liatin tubuh jalang Lo itu ke semua siswa di sini"
**
"Sedih banget sih hidup lo, dasar jalang"