hell(o)
  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 18, 2021
[a pair of beautiful wings that should break] ................................................................................................................................................................ Di beberapa kesempatan, burung berjalan dengan kaki. Ada yang ke tanah mengambil makanan, ada yang sayapnya patah, dan ada yang ditakdirkan memiliki sayap tetapi tidak bisa terbang. Di beberapa kesempatan pula, burung terbang terlalu tinggi, hingga tersesat di awan, hilang tertelan badai. Keinginannya, adalah menjadi burung. Dia yang pernah bercerita kepadaku, katanya burung yang dia punya sekarang adalah burung dalam sangkar. Hidup sejahtera, tetapi terkurung merana. Dia ingin menjadi burung yang berkelana. Walau mati karena terbang terlalu tinggi, atau tewas tertembak senapan manusia. Ah, dia sudah terbang terlalu tinggi. Bahkan angan saja tidak bisa mengajaknya pulang. Dan kini, hanya sebuah biografi sang burung dalam sangkar, yang telah terbang bebas tanpa pulang. Dia, orang baru berbentuk salam kenal. ☔︎ Ten sebenarnya sudah merasa mati dengan hidupnya. Tapi, jalani saja sebelum raganya mati. Siapa tahu dia masih bisa menemukan kehidupan di antara kematiannya. Dan sebuah kejadian di luar "kematiannya" pun terjadi. Lalu disusul kejadian-kejadian lain, membuatnya keluar dari cangkang yang ternyata dibuatnya sendiri. Lambat laun, setelah merasa hidup, akhirnya raganya memilih mati. _________ Belum revisi, jadi masih ada kata kasar, termasuk umpatan. _________ Enjoy ceritanya ya guys! [cover by me] ©Novi Agil Rahayu
All Rights Reserved
#5
bookstagram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semu [Completed]
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • Juan [REVISI]
  • Hujan Di Langit November
  • My Bromance [18+] End
  • Let Me Love You Longer
  • Aku Takut Dicintai
  • Breathe

"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya. Malaikat Izrail.. Takjub atau takut? Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya. "Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms? ________ Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal. kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki. dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu. Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh? walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan? percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya. Amazing cover by : @rcover_ed ******* cerita pertama, semoga suka😊*******

More details
WpActionLinkContent Guidelines