GADIS BULAN

GADIS BULAN

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2020
Gadis Bulan, begitu orang-orang memanggilnya. . Seorang gadis remaja yang tengah hidup dalam sebuah pencarian akan kehidupan. Ia menggenggam ribuan harapan, mengelana dalam jalan-jalan yang terjal, menampik bermacam pesakitan yang terkadang membuatnya tenggelam. Namun, di tengah pencariannya Ia berjumpa dengan seorang lelaki paripurna yang menyapanya dengan seutas senyum, lelaki yang selalu datang dalam mimpinya. Yang menghantarkan harapan semu pada dirinya. Gadis Bulan terduduk tersedu kala bulan meradang kemerahan, sebab kerinduannya pada lelaki yang selalu hadir dalam impi semunya. Ia putus asa akan impiannya, Ia juga kesakitan karena kerinduannya. Akankah Ia berjumpa dengan lelaki yang selalu hadir dalam mimpinya itu? Dan apakah Ia mampu menggapai mimpi-mimpinya? Atau jangan-jangan haluan impinya telah sepenuhnya berpindah pada lelaki pemilik senyum itu? Kisah tentang Bulan, impian, mimpi, Rundu, Rindu dan Puisi. Mungkin juga secangkir kopi jikalau kau berkenan.
All Rights Reserved
#7
myword
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi Buat Bulanku
  • The Moon Sent You to Me
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • ALGARES [Hiatus]
  • JINGGA
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • SETULUS CINTA LUNA (END)
  • Cinta Dua Waktu
  • Cinta Berbalut Puisi
  • GAREN SINCERE LOVE

Jika cinta dan semesta bisa dikolaborasikan, semuanya akan lebih indah dari apa yang pernah kau bayangkan. Ketika kau mencintainya, saat itu juga kau harus menerima semestanya. Karna cinta bukan hanya soal mengerti dan percaya. Tapi cinta lebih kepada yakin. Keyakinanmu padanya, juga kepada Tuhanmu, Sang-Pencipta-Semesta. *** Kau hanya perlu sadar bahwa semesta penuh kejutan, seperti kehadirannya yang penuh kejutan. Begitu memberi kebahagiaan. Tunggu sebentar, aku begitu bisa menerima dengan hati dan tangan terbuka sekalipun saat kebahagiaan datang menghampiriku tapi kenapa aku begitu bungkam dan tidak terimanya jika kesedihan juga ingin mengenalku? *** Mungkin karna aku rindu dipanggil Bulan. Tapi, kini aku juga lupa cara merindu. Ah, yasudah. Biar saja suara-suara bisu ini dalam rangkaian huruf yang sedari dulu terpendam bisa membantuku cara merindu. *** Hari ini, 17 Desember 2017. Akan kuceritakan padamu bagaimana semuanya dimulai. Semua dramaku sejak dua tahun lalu dengannya, Sang-Pencipta-Cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines