Story cover for I'm Scared by fbnggrny
I'm Scared
  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado abr 18, 2020
Karin Cyntia Vianita, adalah gadis yang pendiam. Dia hanya hidup bersama pembantunya di rumah peninggalan orang tuanya. Orang tuanya meninggal saat ia menginjak umur 13 tahun. 

Sifat Karin yang pendiam membuat ia sering di bully oleh teman-temannya. Walaupun pendiam Karin sebenarnya memiliki hati yang sangat baik.

Setengah semester berlalu Karin mendengar berita bahwa disekolahnya akan terdapat murid baru dari anak sang kepala sekolah.

Akankah Karin bertemu dengan orang itu?

Kita tidak tahu. Kita lihat saja takdir yang akan diterima oleh Karin.

--------

Nah itu deskripsinya udah tau kan?

Yuk, dibaca! 

Jangan lupa Vote & comment.

Dan ikutin juga nih @fbnggrny

Key???

*Happy reading*
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir I'm Scared a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Karin(COMPLETED) cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
My Second Brother's New Obsession cover
~ JILANA ~ [On Going] cover
BULLY (Terror In School)√ cover
KEANO ALEXANDER [ END] cover
Empat Sekawan cover
Jadi Baby?! [Lengkap] cover
Last Scene cover
ARIN cover

Karin(COMPLETED)

33 partes Concluida

"Karin. cewe cantik tapi misterius, gak pernah ngomong, pake masker, dan anti sosial banget. menarik juga," Gumam Alfa sambil tersenyum. ~~~~ Dia Karin. Karina Gunaikes Advendita Radenia Saputri. Seorang gadis cantik dari keluarga Gunaikes. Namanya yang panjang dan cukup rumit seakan menggambarkan kehidupannya yang rumit. Meski cantik dan memiliki harta yang berlimpah, ternyata tak menjamin kebahagiaan untuknya. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan lelaki berjambul dengan kulit putih yang bernama Alfainaz Yahza Pratama. Lelaki itu mengubah warna hidupnya. Dari suram menjadi berwarna. Hingga suatu saat, Karin diculik oleh 'Senja'. Tapi seperti yang kita ketahui, bahwa: "Tak ada pelangi jika tak ada hujan. Tak ada kebahagiaan jika tak ada penderitaan." (Start write: 18 Desember 2018)