ANESKA
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2020
"Ini adalah kisahku sebagai pegawai perpustakaan SD yang mencoba menjadi pendidik yang baik. Tentu saja kisahku ini tidak sespektakuler kisah-kisah para pendidik di karya-karya penulis best seller. Namun kisahku ini adalah keresahan, masalah, dan pengalaman yang tidak bisa kulupakan." Aneska Rahayu Putri. Begitu selesai menulis Blurb, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat dan sudah berada di belakangku. "Gaya Anda sudah kaya penulis milineal saja. Saya sih ragu ada yang baca. Tulisan apa itu? Segala curhatan ditulis. Ya ampun dilihat sekilas saja sudah ragu buat baca," ujar Si Sosiopat kelas teri. Perusak suasana nomer wahid!
All Rights Reserved
#978
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nav's Stories
  • Mari Saling Bicara
  • DISA | broken
  • SOLITUDES
  • Sweet Combat
  • GRIZLEN {On Going}
  • GRIZELLE [Completed]
  • The Teacher Is Mine
  • You're MINE!

[Completed] Menurut Navalen, Navia hanyalah cewek sombong, menyebalkan, dan sok galak yang sukanya marah-marah. Mentang-mentang menjabat sebagai ketua kelas, Navia selalu bertingkah semena-mena tanpa memikirkan kesejahteraan teman-temannya. Belum lagi tingkahnya yang selalu pamer kepintaran yang selalu berhasil membuat Navalen dongkol setengah hidup. Sementara menurut Navia, Navalen hanyalah cowok songong yang kerjaannya selalu main ponsel di jam pelajaran, saat belajar kelompok, dan saat-saat penting lainnya. Padahal itu, kan, jelas melanggar peraturan. Sebagai manusia super perfect yang sangat taat peraturan, tingkah Navalen ini amat sangat mengganggunya! Lewat rasa benci yang mereka berdua ciptakan sendiri, kedua insan tersebut selalu baku hantam dimana-mana. Hingga suatu hari, puncak kekesalan Navia yang sangat sepele akan tingkah Navalen yang selalu bermain ponsel saat jam pelajaran ini justru mengantarkan mereka pada masalah besar juga pada sebuah misteri yang tak terduga. Tak hanya melibatkan isak tangis yang sangat pilu, tetapi mengajarkan mereka akan rasa bersyukur yang sesungguhnya. "Jalannya takdir memang seringkali rumit. Dan tidak ada yang bisa kita lakukan selain menerimanya. Rencana Tuhan memang seringkali membingungkan. Tapi percayalah bahwa itu yang terbaik. Meski yang terbaik itu tak selalu indah. Seperti kisah kita contohnya." _Nav's Stories_ Note : bukan kisah cinta remaja menye-menye yang bucin. Meskipun jauh dari kata sempurna, setidaknya di dalam cerita ini ada sedikit motivasi yang bisa kamu ambil :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines