Story cover for ANESKA by irmaharyuni
ANESKA
  • WpView
    LECTURAS 40
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 40
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado abr 18, 2020
"Ini adalah kisahku sebagai pegawai perpustakaan SD yang mencoba menjadi pendidik yang baik. Tentu saja kisahku ini tidak sespektakuler kisah-kisah para pendidik di karya-karya penulis best seller. Namun kisahku ini adalah keresahan, masalah, dan pengalaman yang tidak bisa kulupakan." Aneska Rahayu Putri.

Begitu selesai menulis Blurb, tiba-tiba ada seseorang yang mendekat dan sudah berada di belakangku. "Gaya Anda sudah kaya penulis milineal saja. Saya sih ragu ada yang baca. Tulisan apa itu? Segala curhatan ditulis. Ya ampun dilihat sekilas saja sudah ragu buat baca," ujar Si Sosiopat kelas teri. Perusak suasana nomer wahid!
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir ANESKA a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#14pendidik
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Forever Friends ( End ) de lilialestari9
11 partes Concluida
Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Forever Friends ( End ) cover
GRIZELLE [Completed] cover
ARISYI EL QATHYA  cover
GRIZLEN {On Going} cover
Sweet Combat cover
Mari Saling Bicara cover
The Teacher Is Mine  cover
My Teacher, My Love (END) cover
Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN) cover
SUARA BIA (TAMAT) cover

Forever Friends ( End )

11 partes Concluida

Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#