TERIMA KASIH LINGGA!

TERIMA KASIH LINGGA!

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Syahadah Senjani Ismael. Seorang gadis yang lahir dari keluarga ternama di waktu senja hari. Ia dianugerahi paras cantik dan kepandaian tak terbatas dalam kepalanya oleh Sang Maha Kuasa. Ia keturunan Jawa tulen warisan dari sang bapak. Bapaknya asli Yogyakarta, sedangkan ibundanya seorang mojang priangan Sunda kental. Ia adalah seorang bungsu bagi kedua kakak perempuannya. Syahadah dan keluarganya tinggal dalam rumah yang seperti istana mewah di pusat kota. Wajar saja ia hidup dalam limpahan emas, bersayap uang kertas, karena bapaknya seorang pengusaha besar tambang emas. Tidak seperti kedua kakaknya yang tak bisa hidup tanpa gemerlap kemewahan--Meskipun hidupnya dalam naungan kemewahan, Syahadah tetap seorang gadis yang mencintai hidup sederhana. Jiwa kesederhanaannya berpedoman teguh pada jiwa ibundanya yang sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan yang sederhana. Lingga Samagaha. Seorang anak muda yang memiliki segudang bakat emas. Ia mahir merangkai kata-kata menjadi puisi yang indah permai. Ia pandai menumpahkan goresan warna menjadi lukisan yang menakjubkan. Ia lahir ketika gerhana matahari, itu sebabnya ia diberi nama 'Samagaha' oleh sang bapak. Samagaha diambil dari bahasa Sunda yang artinya 'gerhana matahari'. Lingga mempunyai karakteristik yang tidak bisa ditebak. Terkadang ia bersikap puitis, humoris, bahkan anarkis. Sikapnya seperti bunglon, yang bisa menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Ia dikenal oleh orang-orang dengan motor Vespa berwarna hitam kesayangannya. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Pak Basir dan Ibu Ami. Bapaknya seorang marbot masjid, sedangkan ibunya seorang penjahit. Adiknya perempuan yang berbeda dua tahun dengannya, namanya Anggi Fakhra Al-Adawiyah. Adiknya tumbuh besar sebagai seorang penghafal Al-Qur'an. Keluarga Lingga dikenal sebagai keluarga yang baik. Seperti apakah kisah cinta Lingga kepada Syadahah? Sampai mana kah perjuangannya? Takdir seperti apakah yang akan didapat oleh Lingga?
All Rights Reserved
#206
lingga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Petikan Lingga
  • Mellya
  • Gerhana Matahari | Sudah Revisi
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • ARGHAZA [REVISI]
  • Unseen [SELESAI] || PJS
  • DANADYAKSA
  • BALAS DENDAM! ✔

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines