Being An Adult

Being An Adult

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 19, 2021
"Ku kira Bara akan terus bersamaku, ternyata tidak." Seperti benalu, Killa menggantungkan hidupnya kepada Bara. Tapi banyak yang Killa rahasiakan dari Bara. Killa yang sikapnya seperti anak TK, membuat Bara harus selalu sabar, karena sebuah perjanjian yang dibuatnya. Tapi semuanya berubah , ketika Bara menemukan kebahagiaan yang lain. Killa takut, semangatnya hilang, dan merasa tersingkir, ia benar-benar tidak ingin kehilangan Bara. Berbagai cara Killa untuk melupakan dan bersikap dewasa, apakah Killa bisa? Atau justru ia akan menangis, merengek atau melakukan hal hal konyol lainya? Seperti anak TK. Karena, hal yang membuatnya kuat adalah dilindungi Bara. Mau tau ya kelanjutannya yuk baca.... Jangan lupa share ke teman-teman kalian ya.. Maaf kalau penulisan ada yang salah.. Happy Rendang, ehh salah Happy Reading maksudnya hehe... Mohon bantuannya Bismillah 😊 #beinganadult
All Rights Reserved
#22
kedewasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • My Triplet Sons
  • FRIEND ZONK
  • MY BABY
  • All Out of Love
  • Suck It and See (Complete)
  • My Killer Ketos (New Version-Sudah Terbit)
  • Stay With Me

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines