Nahwu Cintaku

Nahwu Cintaku

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2020
pernah suatu ketika ada tamu sowan kepada beliau, di akhir pembicaraan nya si tamu itu pamit dan sedikit di beri arahan oleh Akang. "siap kiyai" sang tamu yang berbicara sambil menundukankepala nya bertanda dia sanggup menerima arahan dari beliau, lalu dengan cepat tangan Akang itu meraih bahu sang tamu tersebut dan berkata "jangan sebut saya kiyai mas, istri saya masih satu" si tamu yang awalnya gemetar karena di pegang bahu nya oleh Akang pun tertawa dan merasa salut karena ke tawadhu an nya beliau yang dibawa dengan candaan. "santri saya disini memanggil Saya Akang, Jadi Panggil saja saya Akang, biar awet muda saya mas, kalo muda terus kan bisa nambah lagi kan mas." sambil tersenyum dan tangan di dada beliau berbicara seperti itu. serentak sang tamu yang mendengar perkataan itu tertawa. "bisa saja kiyai ehh Akang maksudnya, nanti kaga bisa nambah lagi deh hehe." tiba-tiba suara tertawa yang sangat keras terdengar dari pintu asrama putra ibnu sina "whahaha" Akang pun langsung menengok ke arah pintu ternyata Santri yang bernama Asep itulah yang tertawa "aduhh malu-maluin aja si Asep" hati akang menggerutu. tiba-tiba suara tertawa yang sangat keras terdengar dari pintu asrama putra ibnu sina "whahaha" Akang pun langsung menengok ke arah pintu ternyata Santri yang bernama Asep itulah yang tertawa "aduhh malu-maluin aja si Asep" hati akang menggerutu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ijbar [Selesai]
  • Assalamualaikum My Destiny (TERBIT)
  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • CINTA DI LANGIT PESANTREN [END]
  • Gus Dosenku (End)
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • Sebuah Takdir
  • Sesama Santri LH 2
  • AR2    -TAMAT-
  •  bisikkan di sepertiga malam ku

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines